Keramahan yang Tulus (Sincere Hospitality) bersama Cumhur ENISER

Sesuatu yang diberikan dengan tulus dari hati, akan diterima oleh hati juga. Itulah yang Saya (Fahmi – Editor Blog Qontribution) rasakan selama saya mengenal Cumhur ENISER. Perkenalan kita dimulai di Masjidil Haram pada musim haji, musim dingin 2006. Dan alhamdulillah, hubungan persaudaraan ini masih terus berjalan hingga saat ini. Dan jika memang tulus untuk Allah, maka insya Allah persaudaraan ini kekal hingga ke Surga.

Dari Kiri ke Kanan: Luthfi Abi, Saudara Muslim dari Senegal, Cumhur Abi, dan Hamza Abi @Masjidil Haram, Musim Dingin 2006

Cumhur Abi mencontohkan keramahan dengan gamblang seperti seorang Kakak yang cukup mapan memberikan keramahan kepada adiknya yang masih Nol. Walaupun kami termasuk baru dalam perkenalan, tapi beliau menunjukkan keramahan yang tidak malu-malu.

Inilah pelajaran pertama, untuk ramah itu tidak perlu ragu.

Walaupun baru berkenalan, beliau tidak segan untuk mentraktir makan bareng, bertawaf bareng, shalat bareng, datang ke apartemennya, dan mengundang saya ke Turki. Cukup sederhana namun Saya hanya bisa merasakan betapa nyamannya berbagi sama beliau.

Syukurlah, Musim gugur tahun 2008 fahmi bisa menyempatkan untuk terbang ke Turki. Saat datang ke Turki, saya pun makin tahu bahwa beliau begitu tulus dan menghargai tinggi kedatangan diri ini. Selain penyambutannya dan pelayanannya yang super ramah dan hangat mulai dari Airport, yang membuat saya terharu adalah beliau menyiapkan para sahabatnya dan komunitasnya bersama-sama untuk menyambut diri ini yang datang hanya seorang diri. Bahkan beliau pun tidak segan untuk mengenalkan diri ini ke “Guru Ngaji”nya, Ust. Osman Nuri Topbaş Hocaefendi, seorang Pembesar Sufi yang sangat terpandang di Negri Turki dan Negri-negri jalur sutra lainnya (kazahktan, uzbekistan, dll). Saya saat itu hanya merasa sebagai tamu negara sekelas Presiden RI. bagaimana tidak? Saya di sambut dengan seluruh siswa sekolah Kejuruan Logam di Karabuk, berbicara di depan banyak orang, di kelas, di masjid saat jama’ah shubuh, dan banyak hal lain.

Fahmi dan Taha, Anak Bungsu Cumhur Abi @Karabuk Musim Gugur 2008

Inilah pelajaran kedua, jika kita memang ingin berteman dengan seseorang dengan tulus, kita tidak perlu sungkan untuk mengajak teman kita yang lain untuk mengenal orang tersebut.

Cumhur Abi hidup cukup mapan di Turki. Beliau berprofesi sebagai Guru Bahasa Inggris dan memiliki sebuah sekolah Tahfiz untuk santriwati di Kota Karabuk, Turki. Sedangkan fahmi saat itu hanyalah Mahasiswa S1 yang belum lulus. Namun beliau begitu bisa menghormati diri ini sebagai tamunya.

Musim Semi Tahun 2010 saat saya masih kuliah S2 di KAUST, saya kembali berkunjung ke Turki. Niat utama saya hanya satu, yaitu, bersilaturrahim kembali dengan Cumhur Abi. Saya pun mengajak sahabat-sahabat di KAUST (Tyas, Rinaldi, Chandra, Noru, dan Anjar) untuk mengenal beliau, komunitas, serta keindahan Turki. Dan Masya Allah, sambutannya yang tulus terasa lagi dengan sangat di hati ini.

Fahmi, Tyas, Chandra, Anjar, Rinaldi, dan Noru bersama Cumhur Abi, Komunitas Sufi Karabuk, dan Komunitas Anak Muda Sufi (GENC) @Safronbolu - Karabuk Musim Semi 2010

Sebelum kembali ke KAUST di Musim Semi 2010, Salah seorang Sahabat Cumhur ingin memfoto Saya dan Cumhur abi untuk ditampilkan di majalahnya dengan tema persaudaraan yang tulus. Dan ternyata memang benar janjinya, foto kami difiturkan dalam majalah Sefkat edisi Februari tahun 2011. Orang-orang yang bersahabat dengan tulus, maka mereka akan menjaga janjinya dengan sangat. Menjaga Janji, inilah pelajaran ke-tiga.

Cumhur Abi dan Fahmi di Fiturkan dalam Majalah Sefkat edisi Februari 2011

Itulah pelajaran keramahan yang tulus dari Cumhur abi, memberi keramahan dengan optimal dan tidak ragu-ragu, mengajak mengenal orang-orang dekatnya, dan juga selalu menepati janji. Alhamdulillah, kami sekarang masih menjalin komunikasi dengan email dan skype. Dan semoga saja, saya bisa berkontribusi positif untuk Cumhur abi dan komunitasnya serta menyambutnya dengan ramah dan tulus suatu saat nanti saat beliau berkunjung ke Indonesia.

Cumhur Family (with his sons, Taha and Tayyib)

Dengan pengalaman ini saya pun sadar, bahwa bersilaturrahim itu jauh lebih asyik dari sekedar jalan-jalan yang hanya bertujuan untuk kuliner atau melihat pemandangan baru.

Iklan

One thought on “Keramahan yang Tulus (Sincere Hospitality) bersama Cumhur ENISER

  1. Saya yang orang lain pun merasakan berkahnya persaudaraan fahmi dan cumhur, sehingga saya bisa bersahabat dengan anaknya cumhur yang bernama hasan ferrit dan mengunjunginya di Istanbul pada tahun 2010. Fahmi insyallah telah mengamalkan pesan rasulallah; sebaik-bainya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. sedangkan saya merasakan maanfaat persahabatan fahmi dan cumhur. Sekali lagi terima kasih atas persahabatanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s