Menemukan Peran Radio Pengajian Bersama Priyanto Hidayatullah

Apa pentingnya sebuah radio bagi pelajar Indonesia di luar negeri? Barangkali sangat biasa. Tetapi radio bisa jadi adalah media yang sangat istimewa, seperti yang dirasakan oleh Priyanto Hidayatullah yang sempat merasakan pendidikan di Eropa untuk jenjang masternya.

Alumnus Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung ini bersama rekan-rekan indonesianya di Prancis pernah begitu merindukan kajian keislaman yang menyejukkan hati. “Hidup Di Eropa kadang terasa begitu kering dan maksiat itu digelar dengan leluasa. Harus ada yang bisa mengingatkan” pikirnya. Dosen Politeknik Bandung ini mengibaratkan kehidupan di Eropa seperti Sahara, sangat kering dan hati begitu haus dengan nasihat islami.

Karena Lokasi mereka yang berjauhan atau kesibukan yang cukup menyita,  Mereka mencoba mengadakan kajian bersama menggunakan Telekonferensi Suara dengan Skype. Ketika Peserta kajian skype ini mencapai puluhan, koneksi konferensi bisa sering putus. Kendala ini cukup menganggu, hingga suatu saat Bezie Galih Manggala, salah satu peserta kajian protes, “Gak akan jalan kalo sering putus gini, kita harus punya radio untuk ini!” ujarnya kurang lebih.

Tanpa pikir panjang, para peserta kajian sepakat saja untuk bikin Radio. Priyanto pun mengakui, “kalo saja Bezie tidak protes seperti ini, kita tidak akan punya niat untuk bikin Radio”.  tepat pada tanggal 22 November 2009, Radio Pengajian Dot Com (http://radiopengajian.com) didirikan. Saat itu Priyanto menjabat sebagai koordinator umum.

Logo Radio Pengajian Dot Com

Sambutan Priyanto untuk radio ini cukup menyejukkan dan menggambarkan peran Radio Pengajian Dot Com ini dengan Lengkap

Radio yang hadir sebagai embun bagi spiritual yang dahaga.
Radio yang bagaikan telaga di tengah sahara.
Radio yang mengudara untuk menjawab pertanyaan dan keraguan.
Radio yang bercita-cita untuk menyatukan umat Islam Indonesia di seluruh belahan dunia dalam ikatan persaudaraan Islam.

Kami berdiri dengan tujuan sederhana.
Menjaga diri kami dan lingkungan sekitar kami agar senantiasa istiqomah di jalanNya.
Memegang teguh syariatNya.
Membela penuh dienNya.
Dan patuh pada setiap perintahNya.

Tidak semua bumi Allah subur dengan orang-orang yang memegang nilai-nilai kebaikan
Sehingga seringkali ruh menjadi kering kerontang
Iman goyah oleh serbuan perang pemikiran
Dan rasa kesendirian berujung pada kegelisahan berkepanjangan

Kami hadir agar dimanapun umat muslim Indonesia berada
Mereka sadar bahwa mereka masih memiliki saudara
Yang punya tujuan serupa
Mempertahankan iman di tengah sahara kehidupan

Sekarang Radio Pengajian Dot Com Sudah berumur dua tahun dan akan memiliki kepengurusan baru dalam waktu dekat. Beliau memvisikan bahwa radio pengajian ini harus bisa menjadi radio no.1 untuk komunitas muslim Indonesia di luar negri. Untuk mencapai itu, Radio Pengajian Harus Bisa memberi manfaat yang lebih pada kru-nya.

Menurut Priyanto, Kru Radio adalah pusaran inti lingkaran dan pendengarnya adalah kulit di lingkaran tersebut. Jika pusaran inti ini tidak lebih cepat berputar dari pada kulitnya, putaran akan semakin lambat. Artinya kualitas atau performa radio akan menurun dan jumlah pendengar otomatis akan turun. Namun jika inti tersebut berputar makin cepat dan terus menjadi lebih cepat, maka performa akan meningkat dan jumlah pendengar pun akan meningkat.

Program-program yang meningkatkan ikatan hati antar pengurus harus bisa dikembangkan!

Untuk mewujudkan ini, Priyanto menjelaskan, “kru harus merasa mendapat manfaat lebih dengan bergabung di Radio ini. Radio ini harus bisa menjadi seperti telaga, yang setiap pengunjungnya dan kru-nya betah untuk berlama-lama di sana. Program-program yang meningkatkan ikatan hati antar kru radio harus bisa dikembangkan!”

Tepat tanggal 27 Januari 2012, Radio Pengajian Dot Com membuat sejarah baru. Rahmad Mahendra, Divisi Humas menanda tangani MOU Kerja Sama resmi Radio Pengajian Dot Com dengan MQFM.

Rahmad Mahendra, Divisi Humas Radio Pengajian Dot Com (RPDC) menanda tangani MOU resmi RPDC - MQFM

Di tahun-tahun berikutnya, Pria tulen yang akrab dipanggil Pak Pri ini menyarankan agar yang mengurus radio ini adalah pelajar/mahasiswa atau anak muda. Karena menurut beliau banyak yang mendengarkan adalah kalangan anak muda, mahasiswa, atau pelajar. Harapan beliau sangat tinggi agar Radio ini terus besar dan memberikan kontribusi peran yang pernah dicita-citakannya, “Menyatukan umat Islam Indonesia di seluruh belahan dunia dalam ikatan persaudaraan Islam.”

Iklan

3 thoughts on “Menemukan Peran Radio Pengajian Bersama Priyanto Hidayatullah

  1. Subhanalloh…Semoga Alloh SWT terus menjaga kru, sahabat dan keluarga kajian RPDC. aamiin ya robbal’alamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s