Menemukan Ide Mantap ala Desainer

Ekspresi Bebas Bahasa Indonesia dari artikel Design Thinking pada Majalah Harvard Business Review edisi Juni 2008 oleh Tim Brown (CEO dan Presiden Perusahaan IDEO)

menemukan ide mantap layaknya seorang desainer (foto diambil dari Majalah Harvard Business Review Juni 2008)

menemukan ide mantap layaknya seorang desainer (foto diambil dari Majalah Harvard Business Review Juni 2008)

Berpikir seperti seorang desainer dapat merubah cara kita mengembangkan porduk, jasa, proses, dan bahkan strategi

Kita, saya dan anda sudah sering menyaksikan masalah-masalah yang hanya dapat diselesaikan dengan inovasi. Contohnya, Persampahan kota, layanan kesehatan yang tidak tersedia atau tidak terjangkau, masih banyaknya manusia yang hidup dengan sedikit rupiah (dolar), penggunaan energi yang melebihi batas kemampuan bumi, sistem pendidikan yang banyak menggagalkan murid, dan perusahaan yang kehilangan pasar tradisionalnya karena teknologi baru atau perubahan demografi. Kesemua masalah ini menyentuh hati manusia. Diperlukan sebuah pendekatan yang, kreatif, terpusat pada manusia, iteratif, dan praktis untuk menemukan ide terbaik dan solusi puncak. Berpikir desain (Berpikir ala desainer) adalah pendekatan semacam itu untuk berinovasi.

Belajar dari Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison adalah manusia yang paling pas untuk mewakili zaman keemasan Inovasi Amerika, yaitu di saat suatu ide merubah segala bentuk kehidupan kita. Dia mungkin bisa dinobatkan sebagai manusia yang memiliki paling banyak penemuan hebat. Kehebatan Edison terdapat pada kemampuan untuk menyadari pasar yang perlu dikembangkan secara penuh. Beliau bisa memandang jauh bagaimana orang-orang berkenan menggunakan apa yang telah dibuatnya, dan dia merekayasanya melalui pemahaman itu. Mungkin sangat tabu bagi Edison untuk membuat alat sederhana yang hanya berdiri sendiri.

Contohnya, Edison membuat sebuah bohlam. Dia sadar yang namanya bohlam hanyalah satu bagian dari sistem listrik. Untuk membuat bohlam bener-bener berguna untuk manusia, diperlukan transmisi dan pembangkit energi listrik. Dengan demikian, dia membuat itu semua!

Edison benar-benar memberikan perhatian hebat pada kebutuhan dan pilihan pengguna bernama Manusia

Pendekatan Edison adalah contoh awal permulaan berpikir desain. Sebuah metodologi yang mendorong padangan penuh akan aktivitas inovasi dengan desain yang terpusat pada manusia. Inovasi itu dijalankan dengan pemahaman yang menyeluruh, melalu obervasi langsung apa yang manusia inginkan dan butuhkan dan apa yang mereka suka dan tidak suka mulai dari suatu produk, cara kemasannya, cara penjualannya, cara pemasarannya, dan hal-hal lain pendukung produk tersebut.

Bisa disepakati bahwa penemuan terbaik dari edison adalah sebuah Lab Research & Development yang modern serta bermetode investigasi experimental. Edison bukanlah seorang scientist yang sangat terspesilisasi dan bekerja sendirian. Dia adalah seorang yang sangat generalist (interdisiplin) dangan rasa bisnis yang tinggi. Dia selalu bersama para pemikir, kontributor, dan experimentalis. Dia menciptakan pendekatan tim untuk berinovasi. Proses tersebut selalu melalui putaran tanpa henti coba dan eror. Bagi edison, keberhasilan itu 99%-nya adalah usaha. Pendekatan dia adalah untuk membantu para pencoba-coba mempelajari sesuatu yang baru dari setiap putaran proses berinovasi. Inovasi adalah kerja keras. Edison mencontohkan inovasi sebagai pemahanan menyatu dan tajam antara seni, kerajinan, ilmu, dan bisnis antara pelanggan dan pasar.

Berpikir desain diturunkan dari pendekatan edison. Berpikir desain adalah sebuah disiplin yang menggunakan kepekaan dan metode desainer untuk menemui kebutuhan orang-orang dengan sesuatu yang secara teknologi fisible dan yang secara bisnis dapat diubah menjadi nilai pelanggan dan kesempatan pasar. Sebagaimana pendekatan edison. Berpikir perancang akan selalu diiringi dengan usaha keras.

Bagaimana Berpikir ala desainer itu?

Berpikir ala desainer memiliki banyak nilai positif untuk dunia bisnis di mana ide-ide manajemen dan praktik-praktik terbaik bebas dikopi dan diberdayakan. Banyak pemimpin sekarang ini memahami inovasi sebagai sumber utama untuk diferensiasi dan membuat nilai yang kompetitif. Mereka akan menjalankan cara berpikir desainer pada seluruh tahapan sebuah proses.

Proses dari berpikir desain pasti akan melalui tiga tahapan, yaitu inspirasi (kondisi yang memotivasi pencarian solusi), ideasi (proses memunculkan, mengembangkan, dan mengetes ide yang dapat mengarah pada solusi), dan implementasi (untuk membuat langkah-langkah ke pasar). Projek dengang proses seperti ini sering sekali terlebih dahulu berputar bolak balik dari tahap pertama dan kedua. Ketika ide diperbaiki, arahan yang baru akan segera di ambil. Proses inovasi dengan berpikir desain digambarkan pada ilustrasi di bawah ini (klik gambar untuk ukuran 100%)

Proses Inovasi ala Berpikir Desain (gambar diambil dari Majalah Harvard Business Review Juni 2008)

Proses Inovasi ala Berpikir Desain, klik gambar untuk ukuran 100% (gambar diambil dari Majalah Harvard Business Review Juni 2008)

Ide yang hebat muncul dari pikiran-pikiran birilian dengan usaha berimajinasi yang baik di luar kotak. Capaian solusi dari sebuah ide adalah hasil dari kerja keras yang dikembagkan oleh proses penemuan kreatif yang terpusat pada manusia. Banyak contoh dari brand-brand yang paling sukses di dunia ini membuat ide-ide terobosan yang diinspirasi mendalam dari kehidupan konsumen dan menggunakan prinsip-prinsip desain untuk berinovasi dan membuat suatu nilai. Kadang-kadang inovasi harus memerhatikan perbedaan-perbedaan yang besar pada kondisi budaya dan sosial ekonomis. Pada beberapa kasus untuk masyarakat yang masih berkembang, berpikir desain dapat memberikan alternatif-aleternatif yang berbeda dari alternatif hasil asumsi untuk masyarakat yang telah maju.

Ide akan menjadi makin lebih penting di masa depan. Karena, makin banyak kebutuhan dasar yang terpenuhi, makin besar harapan manusia pada pengalaman dari produk yang canggih yang secara emosi memuaskan dan penuh makna, sebuah produk yang make sense! Pengalaman itu bukanlah produk yang simpel. Pengalaman ini adalah kombinasi kompleks dari produk, jasa, tahapan, dan informasi. Pengalaman itu bisa saja berupa cara kita belajar, cara kita dihibur, cara kita tetap sehat, cara kita berbagi dan berkomunikasi. Berpikir desain adalah alat untuk memimpikan pengalaman-pengalaman ini. Lebih jauh dari itu, Berpikir desain juga memberi mimpi tersebut sebuah bentuk kongkrit yang menggairahkan.

manusia makin mengharapkan produk yang make sense

Cakupan inovasi telah melebar. Inovasi tidak hanya pada produk-produk fisik. Inovasi juga terjadi di proses, jasa/layanan, interaksi dengan IT, hiburan, dan cara-cara berkomunikasi dan berkolaborasi, tepatnya pada semua aktivitas manusia. Berpikir desain dapat membuat perbedaan yang menentukan.

Menurut IDEO, Inovasi dimunculkan dari sekelompok kecil orang. Mereka menjadi satu dalam Tim Inovasi. Dengan pemahaman serta inspirasi yang didapat dari pengamatan langsung pada hal-hal yang terjadi dan dipermasalahkan, tim inovasi menggali solusi yang potensial dengan brainstorming dan prototyping yang cepat. Prototipe sebuah produk ataupun jasa haruslah berbentuk fisik yang nyata dapat dilihat dan kongkrit. Prototipe sebuah produk dapat berupa rancangan fisik yang sederhana. Prototipe jasa dapat berupa Gambar-gambar komik semacam sketsa sekenario. Karena rancangan fisik sederhana dan gambar-gambar itu membantu kita memahami apa yang dipejari lewat protipe.

Contoh prototipe dapat sesederhana dan rak nggenah seperti ini =)

Contoh prototipe dapat sederhana dan rak nggenah seperti ini =)

Protitpe tidak harus kompleks dan mahal. Contohnya aja prototipe salah satu alat bedah yang dibuat oleh IDEO ini, yang merupakan pasang-pasangan dari spidol, rol film, penjepit pakaian. Lalu dia bilang, “Inikah yang kamu maksud? Dengan itu, dokter bedah yang meminta bantuan IDEO akan paham rancangan yang paling mantabe diimplementasikan.

Prototipe hanyalah berperan selama waktu, usaha, dan investasi yang dialokasikan untuk memunculkan tanggapan-tanggapan dan mengembangkan ide. Makin prototipe itu terlihat selesai, maka si pembuat juga akan lebih sedikit memberi perhatian padanya. Tujuan dari prototipe adalah bukan untuk menyelesaikan. Prototipe ini hanya untuk mempelejari kekuatan dan kelemahan dari suatu ide dan mengidentifikasi arahan-arahan agar prototipe selanjutnya lebih matang.

***
Mereka yang berestetika itu sangatlah cuantik muak nyus!

Walaupun berpikir desain yang telah dibahas fokus pada inovasi diluar estetika, namun estetika tetaplah suatu hal penting. Mereka yang berestetika itu sangat cuantik muak nyus! Mereka akan diletakkan di majalah, koran, dll. Mereka akan menarik emosi kita. Koneksi emosi-lah yang sering mengikat kita pada pandangan pertama. Desain yang hebat itu memuaskan kebutuhan dan keinginan kita. Karena itu, produk hebat tidaklah penting untuk masuk pasar pertama kali, namun sangat penting untuk menjadi yang pertama menarik pelanggan atau publik secara emosi dan fungsi. Secara emosi melalui desain dan fungsi melalui harga. Wallahu a’lam

Iklan

5 thoughts on “Menemukan Ide Mantap ala Desainer

  1. Kereeeeen

    Ternyata sudah ada yang mengulas di indonesia
    hikz aku ketinggalan

    Aku bikin paper tentang berpikir desain sebagai faktor kunci indonesia kreatif

    Makasih banget kalau mau ngasih komen

  2. @appreciativeorganization &
    Terima kasih appresiasinya. bagi2 dong ilmu nya :). pengen juga nih berkontribusi untuk indonesia kreatif.

    @AndrikPrastiyono.Net
    Salam dari fahmimachda.wordpress.com 😉 blognya mantap juga

  3. paper versi layout ilmiah maupun dalam layout yg cakep bisa dibuka di blog saya kok
    bisa bebas didownload

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s