Berguru Bisnis Kreatif pada Pixar

Ed Catmull, Posisi tertunduk dengan mengepalkan tangan. Mungkin saja dia berdoa penuh khusyuk saat diskusi di Pixar. Gambar diambil dari majalah Harvard Business Review (HBR) September 2008

Ed Catmull, Posisi tertunduk dengan mengepalkan tangan. Mungkin saja dia berdoa penuh khusyuk saat diskusi di Pixar. Gambar diambil dari majalah Harvard Business Review (HBR) September 2008

Sebelumnya, saya ingin berkomentar tentang Ed Catmull salah satu pendiri Pixar, yang tulisannya saya coba ekpresikan dalam bahasa Indonesia di posting ini. Saya sangat heran dengan beliau. Saat saya membaca tulisannya di Majalah Harvard Business Review bulan September 2008, dia menyatakan di akhir artikelnya bahwa tantangan terbesarnya adalah bagaimana budaya di Pixar terus berkembang dengan positif walaupun dia sendiri telah hilang dari Muka bumi. Oh! Ternyata dia telah berpikir sejauh itu, sejauh batas umurnya sendiri untuk Pixar. Ck Ck ck. Itu artinya, dia selalu berbuat untuk Pixar seolah-seolah Ed sebentar lagi meninggal dunia. Mungkin juga karena itu, dia menyatakan kalo karya pixar haruslah memiliki satu batang kualitas, selalu unggul!

Saya jadi ingat nasihat “Beribadahlah pada Allah seolah-oleh kamu mati besok”. Kalo memang manusia ini hanya diciptakan untuk beribadah dan ibadah itu mencakup segala hal yang diniatkan untuk mendekatkan pada Allah, maka kita juga boleh melalukan setiap langkah hidup kita seolah-olah kita mati besok. Dengan itu kita akan yakin untuk melakukan selalu yang terbaik dengan sebaik-baik mungkin untuk yang Maha Baik di setiap sisa nafas kita. Wallahu A’lam

***
Berikut catatan kecil hasil berguruku tentang bisnis Kreatif pada Pixar, khususnya pada Ed Catmul. Selamat membaca.

Tim yang hebat akan membuat ide terwujudkan (gambar diambil dari majalah HBR September 2008)

Tim yang hebat akan membuat ide terwujudkan (gambar diambil dari majalah HBR September 2008)

Sebenarnya apa sih di balik Film-film pixar yang luar biasa itu? Ed catmull, Salah satu Pendiri dan Kepala Studio Pixar menyatakan bahwa filmnya itu adalah hasil suatu proses yang dipacu oleh setiap orang di studio animasi. Pixar sudah memahami bahwa pengembangan suatu produk (apapun itu, termasuk film) akan selalu melibatkan banyak orang dari disiplin yang berbeda, yang semuanya bekerja secara efektif bareng-bareng untuk menyelesaikan banyak masalah hebat.

Di Pixar, orang-orang dianggap sebagai inti dari kreativitas. Banyak orang yang mengartikan bahwa kreativitas adalah hasil dari suatu ide intuitif. Ya, namun ide seperti itu hanyalah satu tahap dari sebuah proses panjang yang menghabiskan 4-5 tahun. Karena pada dasarnya, sebuah film memiliki puluhan ribu ide. Masing-masing orang dalam tim membuat solusi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka sendiri. Sehingga kreativitas mesti ada di setiap tingkatan, baik pada bagian seni maupun bagian teknis dari sebuah tim. Bahkan bisa saja sang ketua tim yang memiliki ide besar tersebut tidak mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk mewujudkan film tersebut. Namun bersama tim, dia akan menyelesaikan banyak hal sehingga film yang diidekannya benar-benar terwujud.

Bahkan untuk memunculkan ide-ide besar Film, ide-ide tersebut juga hasil dari banyak orang. Pixar memiliki bagian Litbang yang bertugas membuat tim inkubasi ide. Tim tersebut menolong seorang direktor film animasi memperbaiki idenya. Sehingga dihasilkan ide yang dapat meyakinkan Jhon (salah satu petinggi di Pixar) dan semua pembuat film senior kalau ide tersebut akan potensial menjadi Film yang benar-benar Juos Guandos. Biasanya tim tersebut terdiri dari seorang direktor, seorang penulis, beberapa seniman, dan beberapa orang storyboard. Tim ini harus selalu dinamis secara social, membuat kemajuan, dan mennyelesaikan masalah.

Pixar sudah paham dengan kondisi bisnis kreatif. Kondisi tersebut membuat mereka selalu was-was. “Jika kita tidak was-was, kita tidak akan melakukan tugas kita” ungkap Ed. Bisnis Kreatif berada pada bisnis dimana pelanggan ingin melihat sesuatu yang baru pada setiap saat. Ini berarti para pebisnis kreatif harus meletakkan dirinya pada resiko yang besar. Jika ingin menjadi original, Pelaku bisnis kreatif harus menerima ketidakpastian. Artinya, ketika kenyataan tidak mengenakkan, Dia harus memiliki kapabilitas untuk bangkit kembali ketika resiko besar diambil namun gagal. Apakah kunci untuk bangkit kembali? Orang-orang di sekitar dia! Orang-orang hebat semacam itu sangatlah sulit ditemukan.

Tantangannya bagi ketua tim adalah bagaimana membuat lingkungan agar orang-orang hebat tersebut dapat bekerja sama dengan efektif. Hal ini memerlukan kepercayaan dan penghormatan. Dengan demikian, kreativitas setiap orang dapat diroketkan. Jika kita melakukan itu dengan benar, hasilnya adalah komunitas yang hidup. Setiap orang berbakat menjadi setia satu sama lain demi karya mereka yang kolektif. Setiap mereka merasakan sebagai bagian dari sesuatu yang luar biasa. Passion dan prestasi mereka menjadi magnet manusia berbakat lain. Sangatlah penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung manusia-manusia hebat dan mendorong mereka untuk mendukung satu sama lain sehingga karya produksi film dari kesatuan seluruh kelompok jauh lebih hebat dari pada karya dari sebagian kecil mereka saja. Inilah hal yang membedakan Pixar degan Studio lainnya, bagaimana tiap orang di tiap level saling mendukung satu sama lain. Mereka semua merasa satu untuk semua, semua untuk satu.

Pixar selalu yakin akan pentingnya komunitas. Orang-orang selalu dianggap yang terpenting. Pandangan bahwa ide hebat itu lebih penting dan berharga dari orang hebat adalah berakar dari konsep yang salah tentang kreativitas. Sekali lagi, Manusia-manusia hebat lebih penting dari ide hebat. Setiap ketua tim tidak memiliki masalah untuk bekerja bersama orang yang lebih hebat dari mereka.

Untuk menjaga jiwa kreatif, Pixar tidak ingin memiliki dua standar kualitas. Setiap produksi pixar haruslah benar-benar berkualitas tinggi dan unggul. Tim-tim film di studio ini rela bekerja pada performa yang luar biasa, karena tahu bahwa masa depan studio tercinta ini ada ditangan mereka. Dengan itu mereka menjadi tim-tim yang hebat. Jika sebuah ide yang baik diberikan pada tim yang cukupan, mereka akan merusaknya. Namun, Jika ide cukupan diberikan pada tim yang hebat, mereka akan membuat ide itu berhasil atau memperbaikinya dengan ide yang jauh lebih baik.

Acara diskusi di Pixar (gambar diambil dari majalah HBR September 2008)

Acara diskusi di Pixar (gambar diambil dari majalah HBR September 2008)

Pixar memiliki filosofi seperti ini: dapatkan manusia-manusia kreatif, beri kepercayaan dan tanggung jawab besar pada mereka, beri dorongan dan dukungan yang mantap pada mereka, sediakan untuk mereka, lingkungan yang mereka bisa secara jujur memberikan masukan satu sama lain.

Pembuatan film yang hebat akan selalu berkaitan dengan batasan waktu, dana, keterbatasan lain setiap orang. Artis atau seniman yang baik paham betul akan arti sebuat batasan. Saat produksi, sang ketua haruslah percaya penuh pada mereka, tidak menerka ulang, dan tidak me-micromanage mereka, termasuk percaya bahwa tim akan mengerti akan batasan tersebut. Bahkan pada saat proses produksi itu menjadi masalah. Ketua tim haruslah melakukan apapun yang mungkin untuk mendukungnya tanpa merendahkkan otoritas mereka.

Seorang direktor film animasi di studio legendaris ini haruslah seorang yang mampu dan mengetahui bagaimana menceritakan sesuatu yang akan diterjamahkan melalui media film. Artinya, dia harus memiliki pandangan yang menyeluruh dan menyatu, sehingga mampu menerjemahkan pandangan tersebut menjadi arahan yang jelas pada staff agar mereka bisa mengimplementasikannya. Diapun harus membuat orang-orang hebat dalam timnya sukses menyelesaikan tugasnya, salah satunya dengan menyediakan seluruh informasi yang dibutuhkan agar dapat melakukan yang terbaik tanpa harus mengajari mereka caranya. Seorang Direktor Film Animasi (ketua tim dari produksi film) yang baik adalah: 1.memiliki keterampilan analisis yang kuat, 2.mengembangkan kekuatan analisa dan pengalaman dari tiap anggota staf, 3.Pendengar yang hebat, 4.berusaha memahai pemikiran dan alasan di balik setiap saran, 5.menghargai semua kontribusi dari manapun, 6.menggunakan solusi yang terbaik

Pixar memiliki program Daily Review Process yang berupa pertunjukan hasil karya yang masih dalam proses. Saat pertunjukan, orang-orang dalam tim film menunjukan karya dalam kondisi yang belum lengkap pada seluruh kru animasi. Walaupun direktor yang akan membuat keputusan, semuanya didorong untuk membuat komentar. Dengan seperti ini banyak keuntungan yang didapat: 1.sekali orang tidak malu untuk menunjukan pekerjaan yang masih dalam proses, mereka menjadi lebih kreatif, 2.sang direktur film berkesempatan membimbing proses yang mengkomunikasikan poin-poin penting pada seluruh kru pada waktu yang sama, 3.tiap orang dalam tim dan Pixar saling belajar dan memberi inspirasi satu sama lain, 4.di saat Tim selesai, Tim tersebut benar-benar selesai. Proses yang tiap hari itu akan mencegah hasil yang menyimpang dari yang diharapkan.

Setelah itu, diskusi yang fokus untuk membuat film menjadi lebih baik dilaksanakan selama dua jam tanpa ego bersama Brain Trust (sebuah komunitas di Pixar yang terdiri dari para master pembuat film yang datang bersama saat dibutuhkan untuk saling membantu satu sama lain). Bagi Pixar, mempelajari suatu masalah dari teman ketika waktu perbaikan masih tersedia jauh lebih baik dari pada dari audiens setelah film muncul di bioskop. Saat itu sudah sangat telat.

Setelah sesi diskusi, adalah hak direktor sebuah film dan timnya untuk menentukan apa yang dilakukan dari nasihat yang telah diterima. Tidak ada nota mandat. Pihak brain trust tidak memiliki otoriti. Bentuk dinamika seperti ini sangatlah krusial. Kondisi ini membebaskan kepercayaan tiap anggota. Dan hal ini pula membebaskan direktor film untuk mencari bantuan dan secara penuh memperhatikan masukan. Kondisi Diskusi demikian dibuat murni saling memberi masukan satu sama lain sebagai rekan. Praktek saling bekerja sama sebagai rekan adalah inti budaya Pixar.

Bertemu seseorang dari disiplin yang berbeda dan menyikapinya sebagai mitra, sama pentingnya dengan orang yang dari disiplin yang sama. Pada kreatif bisnis, barier pemisah antar disiplin adalah penyakit penghambat untuk menghasilkan karya yang mantap. Karena itu Pixar melakukan apapun untuk menghancurkannya. Bangunan kantor pixar terinspirasi agar tiap orang dari berbagai disiplin mudah untuk berinteraksi. Di tengahnya adalah attrium, terdapat kafe, ruang rapat, kotak surat dan kamar mandi. Hasilnya tiap orang punya alasan kuat untuk datang ke sana.

Misalnya saja disiplin teknik dan disiplin seni. Bagi Pixar keduanya sama-sama penting. Teknologi menginspirasikan seni, dan seni menantang teknologi. Teknologi jika digabungkan dengan seni maka suatu yang ajaib akan hadir. Pixar telah membuktikannya, berhasil sebagai perusahaan seni yang paling melek dengan teknologi. Prinsip-prinsip di Pixar adalah:

  1. Setiap orang haruslah memiliki kebebasan untuk berkomunikasi dengan siapapun, Seorang leader tidaklah harus menjadi seorang yang pertama kali tahu. Ok-Ok saja, dia jalan pada suatu rapat dan terkejut. Cara terbaik untuk menghadapi banyak masalah adalah mempercayai orang untuk bekerja menyelesaikan kesulitan bersama secara langsung tanpa harus bilang permisi!
  2. Haruslah aman untuk setiap orang untuk menawarkan ide-ide. Seperti mengkritisi segala hal yang menyangkut produksi apa yang disukai dan tidak lalu melanjutkan dengan alasan-alasan yang berarti.
  3. Haruslah selalu dekat denga inovasi yang terjadi di dunia akademis. Semua orang didukung untuk menerbitkan penelitian dan berpartsipasi dalam konferensi. Karena memang orang-orang adalah lebih penting dari sekedar Ide. Pixar University mendorong kita untuk terus selalu belajar dan belajar bersama itu sangatlah menyenangkan, semuanya dianggap sebagai orang yang tidak berpengalaman (agar selalu merasa bodoh).

Pixar hingga saat ini dapat dinyatakan sebagai perusahaan yang selalu sukses. Jika perusahaan selalu sukses, akankah dia menjadi buta? Setiap perusahaan harus introspektif. Dan Pixar telah mengerti ini. Walaupun diakui oleh Ed, sangatlah tidak nyaman dan sulit untuk objektif. Namun dia yakin, solusinya adalah kepemimpinan yang kuat. Sehingga orang-orang dalam Pixar tidak bermain-main dengan nilai yang dianut.

Pixar selalu intropeksi pada masa-masa Postmorterms (kondisi suatu organisasi yang telah sukses). Pemimpin harus melakukan hal yang bervariasi untuk menghadapinya, sehingga terjadi benar-benar kondisi yang bisa mengambil pelajaran. Seperti memberi pelajaran pada tim agar mendaftar lima poin yang ingin dilakukan dan lima poin lain yang tidak ingin lagi dilakukannya. Kondisi pisitif dan negatif ini cukup seimbang sehingga akan menyehatkan lingkungan perusahaan dan tim. Pemimpin bisa menyampaikan data-data apapun yang terkait, sehingga bisa menunjukan suatu kondisi dengan neutral, yang akan mendorong diskusi dan menantang asumsi yang muncul dari personal impress.

Pixar juga introspeksi agar para pendatang baru tidak telalu merasa terancam, mereka yang baru selalu didorong untuk bicara. Pixar selalu secara berlanjut merubah budayanya ke arah open culture. Studio yang sekarang menjadi bagian disney ini selalu berbicara tentang pelajaran dari kesalahan yang pernah dibuatnya. Ed tidak ingin orang beranggapan kalau Pixar yang lalu sukses maka semua yang Pixar telah lakukan adalah benar.

Iklan

7 thoughts on “Berguru Bisnis Kreatif pada Pixar

  1. salut buat Mr. Catmull dan Mr. Lasseter yg bener2 memperjuangkan mimpi mereka ditengah badai pada awal mula berdirinya PIXAR.

    Salut juga buat Mr. Jobs yang memiliki ide2 fresh dalam berbisnis.

    Nemo and wall-E were so Great!! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s