Archive Page 2
ERP untuk Kebersihan Kota
Kabarnya di Singapura, orang yang melanggar aturan kebersihan seperti membuang ludah di sembarang tempat, dapat dengan mudah dikenai hukuman. Sehingga banyak orang sadar dan takut melanggar dan negara-kota tersebut menjadi salah satu negara terbersih di dunia dari segi fisik. Kemampuan si penguasa untuk mendidik, mengancam, serta kemampuan untuk memantau dan mengkoreksi memang patut dikaji, termasuk dalam hal kebersihan ini.
Menengok ke Singapura seharusnya membuat bangsa Indonesia bertanya pada dirinya, mengapa mereka yang tetangga kita kok bisa berbuat lebih untuk masalah kebersihan ini? Alasan kemampuan, biaya, atau hal klise lainnya seharusnya adalah tantangan bangsa untuk berinovasi agar bisa berbuat seperti mereka. Ini adalah suatu hak, karena kebersihan sebagai pangkal dari kesehatan adalah hak semua orang.
Dengan perkembangan Teknologi Informasi sekarang ini, kemampuan untuk mengelola kebersihan di singapura bisa diterapkan lebih efisien di Indonesia dengan memanfaat teknologi Enterprise Resource Planning (ERP). ERP merupakan system aplikasi yang mengintegrasikan fungsi manajemen dan transaksi seluruh fungsi institusi seperti akuntansi, keuangan, produksi, penjualan, pembelian, produksi, gudang, dan sumber daya manusia sehingga sumber daya insitutsi tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan secara efisien, ekonomis, dan terkendali.
Unsur Integrasi menjadi hal sangat penting dalam ERP. Sharing data dan informasi menjadi hal yang sangat urgen karena keputusan manajemen yang melibatkan banyak fungsi, divisi, pihak harus dilakukan secara cepat dan akurat. Jika ERP diterapkan secara optimal akan mengurangi biaya operasinal yang tidak efisien – efektif. Misalnya dalam bidang kebersihan, biaya pemantauan dapat diefisienkan dengan pengoptimalan partisipasi publik dalam memantau dan mengendalikan kebersihan. Dengan menganggap bahwa publik adalah bagian dari sumber daya manusia dalam pengelolaan kebersihan.
ERP, sebagai sistem aplikasi akan mendukung proses manajemen kebersihan berikut:
- Perencanaan: menghasilkan informasi dari data masukan yang relevan untuk membuat perencanaan aktivitas. Dengan data masukan yang lebih lengkap, maka perenencanaan program-program kebersihan dalam perencanaan bisa ditentukan lebih komprehensif dengan memahami kondisi yang ada.
- Organizing: menciptakan struktur organisasi yang ramping dan pembagian kerja yang tepat dengan menggunakan sistem yang terintegrasi, sehingga menghilangkan pengulangan kerjaan dan mengkonsistensikan penggunaan data. Struktur organisasi bisa dibuat seefisien mungkin sehingga komunikasi internal lebih efektif sesuai dengan prosedur terstrandar. Prosedur untuk Manajemen Kebersihan bisa mengadaptasi Standar Sistem Manajemen Lingkungan Internasional, ISO 14001.
- Actuating menjamin seluruh aktivitas dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Dengan proses manajemen yang terstandar maka dan tersistem, maka jalannya proses manajemen dapat dipastikan sesuai dengan prosedur.
- Controlling. Sistem ERP mengendalian sluruh proses bisnis dengan menggabungkan seluruh aktivitas institusi, sehingga dapat dihindari penyalah-gunaan sumber daya perusahan dan alokasi sumber daya yang tidak tepat. Bahkan proses kontrol ini dapat diperluas dengan memandang bahwa publik adalah bagian integral dari pengendalian kebersihan. Tentunya ERP dirancang juga untuk memberikan akses lebih bagi publik untuk berpartisipasi pada pengelolaan kebersihan. Bagi pemerintah indonesia yang serba terbatas, publik kontrol adalah pilihan yang bisa diharapkan.
- Decision Maker Support, ERP membantu manajemen dalam pengambilan keputusan bagi kemanjuan institusi. Termasuk pada saat si manajer menentukan tipe pelanggaran kebersihan apa yang telah dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.
ERP untuk mendukung proses manajemen kebersihan kota bisa sukses seperi yang diharapkan diatas jika mendapat dukungan penuh dari Top Management (dalam hal ini tentunya Wali kota), Kejelasan tujuan dan sasaran implementasi ERP, pemahaman bagi seluruh pihak tujuan dari implementasi ERP tersebut, Pengawalan keberhasilan implementasi ERP. Wallahu’alam
Filed under: Manajemen, ide bisnis | Leave a Comment
Tags: ERP, Kebersihan, Lingkungan, Manajemen, Sistem Manajemen
Alih daya proses bisnis (Business Process Outsourcing, BPO) adalah pengalih dayaan fungsi bisnis secara umum untuk mencapai berbagai keuntungan seperti pengurangan biaya, kualitas yang lebih baik, dan kemampuan untuk fokus pada kompetensi inti. Fungsi bisnis tersebut walaupun tidak termasuk kompetensi inti namun sangat berperan dalam kelancaran operasional suatu institusi, pemerintah, atau perusahaan. BPO di bidang pemerintahaan berarti mengkontrak pihak ke-tiga/swasta untuk bertanggung jawab pada satu fungsi atau proses yang menjadi tugas pemerintah.
Banyak alasan mengapa pemerintahan memilih untuk mengalih daya proses bisnis mereka. Tiga alasan yang umum (accenture, 2003) adalah Tekanan anggaran, kebutuhan untuk menyediakan pelayananan yang lebih berkualitas, dan lemahnya tenaga ahli dan teknologi yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Melihat ketiga alasan diatas, Pemerintahan Indonesia, utamanya pemerintahan daerah bisa dikatakan memiliki permasalahan kurang lebih mirip. Hal ini berakibat ketidak-mampuan pemerintah untuk menjalankan pengelolaan daerah dan pelayanan publik dengan baik.
Hal ini sangat wajar, karena pemerintah pada dasarnya memiliki kompetensi inti sebagai regulator, namun mereka juga menjalankan fungsi Operator. Mengapa tidak bagian-bagian yang sekarang masih secara penuh dikerjakan pemerintah dialih-dayakan pada swasta untuk kualitas yang lebih baik dengan anggaran yang lebih efisien? Sehingga tidak terjadi lagi pengampunan diri sendiri dari ketidak-mampuan pengelolaan tersebut. Karena dia yang membuat aturan dan dia pula yang melanggar.
Pemisahan fungsi antara regulator dan operator pada proses-proses pelayanan daerah (publik) sudah terjadi terutama di negara-negara penganut faham kapitalis yang mendukung peran swasta sepenuhnya. Hal ini bermakna positif bagi publik dan pemerintah sendiri, karena swasta secara Alamiah memiliki perhitungan agar selalu menghasilkan keuntungan jaka panjang dari bisnis yang digelutinya. Yang dimaksud dengan keuntungan jaka panjang adalah membuat mutual trust dan respect dari segala pihak, sehingga kualitas adalah suatu keharusan.
Mengingat banyak proses bisnis pemerintah indonesia yang tidak berkualitas, sehingga kenyataan ini menunjukan kesempatan bisnis yang besar bagi para Ahli untuk mengambil-outsourcing proses bisnis tersebut. Hal ini sangat strategis, utamanya untuk kepuasan publik pada pelayanan yang ada. Tiga bidang yang menjadi tren dalam BPO sekarang ini, yaitu Kemitraan Business to Business melalui internet, Proses melalui Internet, dan jasa berbasis IT.
Prinsip outsource bisa diterapkan dibanyak bidang, yang tentunya bukan bidang yang menjadi kompetensi inti suatu institusi, diantaranya dukungan administrasi, Customer Relationship management, Document Processes, Finance and accounting, Human resources and training, intelectual property research and documentation, legal services, medical transcription, payroll maintenance and other transaction processing, product development, Publishing, research and analysis, Sales and marketing, security, supply chain management. Wallahu’alam
Filed under: Manajemen, ide bisnis | 2 Comments
Tags: BP0, Outsource, Outsourcing, Pemerintah
Membangun Kepercayaan
Membangun kepercayaan adalah jalan yang pasti ditempuh bagi siapa saja yang ingin sukes di dunia, di akhirat, dan di keduanya. Pribadi yang paling pas untuk menjadi model ini adalah Nabi Muhammad SAW. Beliaulah Al-amin, sang terpercaya yang dinilai oleh dunia marketing sebagai Marketer paling hebat dalam sejarah ummat manusia.
Kesuksesan beliau menjadi Rasulullah SAW dirintisnya sejak masa muda, track-recordnya luar biasa dalam berbisnis dan bermasyarakat. Beliau berhasil membangun Saling percaya dan saling menghormati sehingga banyak orang hebat ingin bergabung, berkolaborasi, dan bermitra. Itu semua sebagai bukti bahwa EQ Rasulullah SAW sangat baik. Dan tentu saja EQ yang baik serta memberi berkah tersebut muncul dari pondasi SQ yang baik pula yang membentuk kepercayaan dan keyakinan diri beliau SAW. Bagaimana beliau selalu menciptakan-menjaga track record al-aminnya? (Soedjadis, Businees Review Mei 2008)
Pertama: membangun hubungan interpersonal yang berkesan di manapun dia berada. Beberapa sikap yang penting tentu raut muka yang selalu senyum dan memancarkan persahabatan. Ia selalu menunjukkan fokus perhatian walau dalam waktu sesaat, mampu mengingat nama maupun masa lalu dari subjek yang dijumpai. Mampu mengangkat suasan menjadi ceria, mendorong saling mendukung antar mereka sehingga tervipta suasan optimisme mesik dalam situasi serba kurang berkecukupan.
Kedua: ia harus mampu menjelaskan setiap adanya perbedaan cara pandang, dan menghargai perbedaan tersebut untuk secara pelan tapi pasti mampu membawa mereka melihat dari sisi lain dan dengan persepsi beragam. Dengan perkataan lain mampu mengiringi tanpa terasa dan meyakitkan ke sasaran positif yang diinginkan.
Ketiga : ia harus berkemampian menciptakan kepastian, tidak hanya berupa angan-angan normatif. Ia musti memperlihatkan sikap menghargai waktu, tidak mudah obral janji, memperlihatkan kemampuan berkorban, tidak mengendepankan kepentingan diri sendiri, keluarga mapupun kelompok dekatnya. Bersama dia, orang merasa terjamin kepastian masa depannya, meningkat sense of certainty-nya.
Tentu Resep-resep yang telah dirumuskan diatas berlaku untuk individu atau institusi mana pun. Saya ccba ambil kasus IBM, salah satu Institusi Bisnis Modern yang paling sukses. IBM telah menyadari hal tersebut (membangun kepercayaan) sejak dia berdiri pada tahun 1960. Thomas Watson, Pendiri IBM menyatakan Filosofi IBM :
- Menghormati Individu, dalam hal ini berarti semua orang yang termasuk dalam IBM seharusnya mampu menghormati individu, sehingga mecitrakan IBM sebagai makhluk yang dapat membangun hubungan interpersonal yang baik.
- Memberikan layanan pelanggan yang terbaik dari perusahaan apapun di dunia ini. IBM telah membuktikan bahwa dia mampu menangkap perspektif pelanggan dengan sangat baik sehingga dia bisa menjadi leader dalam bidangnya.
- Mengejar segala tugas dengan gagasan bahwa semuanya dapat diselesaikan dengan cara-cara yang superior. Usaha untuk menggunakan cara-cara yang selalu superior membuktikan IBM selalu berusaha demi pelanggannya untuk sukses dan memenuhi segala waktu dan janjinya pada pelanggan.
Wajar saja, jika banyak Manusia, Negara dan Institusi mempercayai IBM sebagai mitra dan produsen produk-produk IT. IBM secara institusi telah menerapkan hal yang esensi dalam bidang marketing dari Al-amin, yaitu membangun kepercayaan. Wallahu’alam
Filed under: Manajemen | 1 Comment
Tags: Al-amin, Bisnis, Etika, Kepercayaan, Manajemen diri
Organisasi Ummat Islam
Suatu Organisasi dibentuk untuk menyelesaikan tujuan-tujuan yang hanya bisa dicapai dengan efektif dan efisien jika dilakukan secara terorganisir atau untuk tujuan yang ditugaskan pada suatu kelompok. Berkaitan dengan ummat islam, kebutuhan organisasi bagi ummat ini adalah suatu hal yang sangat urgen. Karena sebenarnya ummat islam telah ditugaskan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW yang tentunya memiliki kelas dan tantangan tersendiri.
Syaikh Husain bin Muhammad bin Ali Jabir, MA (alumnus Universitas Islamiyah Madinah) dalam bukunya Aththoriqu ila Jama’atil Muslimin merumuskan 10 tugas ummat muslim. Sebanyak enam tujuan umum: Memperjuangkan hingga seluruh manusia menyembah Allah Ta’ala, Menjalankan prinsip amar ma’uf nahi mungkar, Menyampaikan dakwah islam kepada semua manusia, Menghapus fitnah dari seluruh dunia, menaklukan Roma (Ibu Kota Italia), dan Memerangi semua manusia sehingga mereka bersaksi atas kesaksian yang benar. Dan Sebanyak empat tugas khusus yaitu Membina pribadi muslim, Membina keluarga islam, Membina masyarakat islam, dan mempersatukan ummat islam di seluruh penjuru dunia. Variabel-variabel yang menentukan bersatunya ummat islam adalah Aqidah, Ibadah, Adat dan perilaku, Sejarah, Bahasa, Jalan, Dustur, dan Pimpinan.
Tercermin bahwa tujuan tersebut adalah tujuan yang tidak mudah dan berkelas dunia. Tentunya pemenuhan tujuan tersebut membutuhkan strategi yang komprehensif sehingga yang dihasilkan adalah rahmat bagi seluruh alam.
Terindikasikan dari sirah nubuwah, Bahwa Nabi Muhammad SAW membuat Organisasi Jama’atul Muslimin, yang menurut syaikh jabir, terdiri dari Basis dan Pilar. Basisnya adalah Ummat islam, dan pilarnya adalah Syura’ dan Imamah. Yang pada saat Nubuwah, Nabi Muhammad SAW sebagai imamah, sahabat sebagai Majlis Syura’, dan Basisnya adalah ummat islam .
Ummat dapat didefinisikan sebagai setiap jama’ah yang disatukan oleh sesuatu hal maupun dipaksa atau tidak. Lebih khusus, Ummat islam sebagai basis Organisasi Ummat Islam memiliki ciri-ciri aqidah yang bersih dari kemusyrikan, aqidahnya bersifat komprehensif-menyeluruh, manhaj rabbani, manhaj yang sempurna, pertengahan, dan fungsi sebagai saksi atas semua manusia.
Pilar pertama dalam Organisasi Jama’atul muslimin adalah Syura. Hal ini sangat strategis karena perannya dalam kesatuan ummat yang cukup besar, salah satunya dalam menentukan Pimpinan, imamah, atau kholifah. Secara bahasa, syura’ adalah musyawarah, yaitu mengeluarkan berbagai pendapat tentang suatu masalah untuk dikaji dan diketahui berbagai aspeknya sehingga dapat dicapai kebaikan dan dihindari kesalahan. Syura’ adalah hal wajib bagi para penguasa dalam permasalahan ummat. Anggota untuk syura’ ini dikumpulkan dalam majlis Syura’ sebagai Ahlul Aqdi wal Hilli yang terdiri dari orang-orang yang bercirikan ‘adalah (bermoral islami dengan syarat: Islam, Berakal, Merdeka, Lelaki, Baligh), Taqwa dan bersih dari dosa pada Allah dan Ummat, Mengetahui Alqur’an dan Sunnah, berpengalaman pada masalahnya (sehingga dimungkinkan dalam Syura’ terdapat lajnah (komisi) sesuai dengan permasalahannya), Cerdas dan matang, jujur dan amanah.
Pilar Kedua Organisasi Jama’atul Muslimin adalah Imamah. Imamah adalah Kepemimpinan tertinggi dalam islam sebagai puncak bangunan umat secara umum baik secara agama dan dunia. Pemegang kepemimpinan tertinggi tersebut membawa tanggung jawab kebaikan ummat dalam agama dan dunia. Pemegang kepemimpinan tertinggi ini dipilih oleh Majlis syura’. Orang yang dipilih tersebut memiliki lima syarat : ‘adalah (bermoral islami dengan syarat: islam, berakal, merdeka, lelaki, baligh), Memiliki Ilmu Wajib, Kesempurnaan fisik, Keluasan wawasan untuk kemaslahatan rakyat, Keberanian melindungi kawan dan memerangi lawan. Wallahu’alam
Filed under: Ummat Islam | 1 Comment
Tags: Islam, Khilafah, Takwin, Ummat
1,2,4 Soto Gading Solo
Liburan Maulid Nabi 20 Maret 2008, Saya pergi ke Solo dengan kereta Ekonomi. Pengalaman luar biasa nuikmat perjalanan bersama syaikh ibnu dan bertemu dengan eka, dedez ini ditambah lebih nikmat lagi dengan merasakan kelezatan kuliner Kutha Budaya. Saya merakasakan Soto Gading bersama keluarga!
Soto adalah makanan menyegarkan dengan kuah bening keemasan. Gading adalah tanduk gajah yang terdapat diantaranya belalai gajah yang panjang itu – eiittt – tapi khusus di Solo gading menjadi nama sebuah tempat dekat keraton solo yang menyimpan salah satu pusaka emas kuliner nusantara: Soto Ayam!!!
Saya tidak bisa bohong, saya menghabiskan tiga mangkok soto ayam dan satu mangkok soto gelatin. Makanannya menyegarkan luar biasa. Kaldu ayamnya asli, sehingga tidak membuat perut awak neg. Khasnya, Warung ini sudah ada sebelum saya lahir (begitu kata Bu Hajjah Siswomartono* pemilik warung legendaris ini).
Warung soto gading menggunakan konsep dapur di depan yang sekarang menjadi tren rumah makan saat ini, seperti J.CO yang sekarang sudah menjadi warung makan donat nasional yang berhasil mengalahkan kejayaan dunkin donat, pelaku bisnis donat global dari amerika. Katanya dunkin donat adalah nomor satu di Amerika. Saya katakan ternyata J.Co lebih enak, sehingga membuktikan kalao yang nomor satu di amerika tidak mesti nomor satu di Indonesia. Sudahlah gak usah bahas donut. Substansi donut saja sudah kalah jauh dari warung dan soto gading ini.
Khasnya lagi, Warung ini masih pake areng! Sangat spesial karena yang dimasaknya adalah soto, bukan sate! Sungguh hebat, sudah menerapkan prinsip energi berkelanjutan sejak lama. Walaupun pake areng, warung ini tetap bersih dan sangat bersih membuat tambah lapar saja.
Beruntung saya sudah melakukan keliling ke seluruh warung soto gading yang ada di Solo, warung 2 berada di kliwon, warung 1 dan 4 ada di Gading. Semuanya satu koordinasi dan semuanya nikmat. Tips: datanglah sebelum dzuhur, Karena sedikit sore saja, warung ini sudah tutup karena stok sehari sudah habis untuk melayani masyarakat memakan makanan nikmat dan bergizi. Berikut adalah foto-foto di salah satu surga kuliner di dunia ini.
*Bu Hajjah Siswomartono sudah sangat tua, namun tetap menjadi garda terdepan dalam pelayanan tamu-tamunya. Saya sangat terharu, karena dia beralasan cinta akan pekerjaan ini. “Saya sudah biasa gini, nanti kalo berhenti jadi pikun. Saya g mau nak!” katanya. Melihat ketulusannya, saya menghormatinya dan memohon doa agar dapat sukses dunia akherat. Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi ibu dan orang-orang yang ibu cintai di dunia dan akherat. amiiin
Filed under: kuliner | 1 Comment
Tags: fotografi, Jalan-jalan, makanan, solo, surakarta
Sistem pengelolaan Linkungan telah distandarisasi oleh badan sertifikasi standar internasional (International Standard Organization, ISO) dengan tujuan agar lingkungan tidak rusak karena aktivitas organisasi. Sistem Manajemen Lingkungan atau Environmental Management System (EMS) ini terstandar dalam ISO 14001. Sistem manajemen tersebut sangat fleksibel, bisa disesuai dengan aktivitas dan skala organisasi apapun yang berususan dengan lingkungan. Indikator keberhasilan manajemen juga ditentukan oleh organisasi tersebut. Detail Komponen ISO 14001 ada pada gambar berikut.

Untuk manajemen lingkungan kota, maka Indikator untuk menilai kualitas lingkungannya didefiniskan sejak lama oleh nenek moyang negri Shin dalam ilmu fengshui. Indikatornya ada empat, yaitu udara, tanah, air, dan matahari. Walaupun sudah sangat kuno, keempatnya sangat relevan untuk digunakan sebagai nilai dasar kondisi lingkungan kota di zaman ini.
Dalam penafsiran modern, elemen-elemen tersebut dapat diartikan sesuai dengan keperluan manajemen kota. Udara mencerminkan kondisi udara suatu tempat, tanah mencerminkan kesuburan tanah, air menunjukan pada ketersediaan air bersih, dan Matahari menunjukan ketersediaan energi.
Jika kita melihat kondisi lingkungan kota di Indonesia dengan keempat elemen fengshui tersebut, maka kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, semunya bermasalah dan perlu perbaikan. Karena Rusaknya kondisi lingkungan kota berakibat penurunan seluruh kualitas dan kenyamanan hidup para penduduknya.
Misalnya saja Jakarta, Kondisi udara yang buruk, banjir, kurangnya lahan terbuka hijau, dan “Krisis Energi”. Kesemuanya merupakan bukti ketidakmampuan pengelola lingkungan kota di sana. Sedihnya lagi Jakarta sekarang mengalami masalah sanitasi dan energi, yang merubakan kebutuhan dasar kehidupan. Dimanakah Jamban terpanjang di Dunia? Sungai Ciliwung jawabannya. Sungai ini dipakai untuk urusan sanitasi dari B-A-B banyak manusia dan industri. Kondisi tragis juga menimpa kota Bandung dengan permasalahan sampah dan bencana kekeringan, serta surabaya dengan kondisi udara terburuk di seluruh Indonesia.
Asal tahu saja kondisi ini adalah suatu penurunan. Karena Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Sungai Ciliwung sempat memiliki kondisi lingkungan yang lebih baik saat dikelola oleh Pemerintah Belanda.
Dengan Konsep ISO 14001 dan penggunaan indikator keberhasilan dari ilmu fengshui maka permasalahan lingkungan kota di Indonesia seharusnya sudah ada solusinya. Mengingat bencana di kota-kota tersebut sering kali karena kesalahan manusianya sendiri, kegagalan dalam Manajemen. Bencana sering muncul karena kelalaian pihak pengelola, atau memang disengaja oleh penduduk kota karena tidak peduli atau lemahnya pendidikan.
ISO 14001 menghendaki komitmen, perencanaan, pemantauan, pengkoreksian, dan evaluasi dengan tujuan kondisi lingkungan yang membaik secara berkelanjutan. Standar manajemen ini tidak menuntuk perbaikan lingkungan secara cepat berjalan layaknya pemadam kebakaran. Namun menghendaki perbaikan yang tersistem, kontinu, mengutamakan sifat preventif, dan menghasilkan kondisi lingkungan yang makin lama makin baik. Dengan demikian, penerapan ISO 14001 di kota-kota indonesia adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar, demi kualitas hidup para penduduknya.
Filed under: Manajemen | Leave a Comment
Tags: Fengshui, ISO 14001, Kota, Manajemen Lingkungan
Le Grand Voyage (The Movie)
Le Grand Voyage berarti suatu perjalanan yang besar. Film yang berkisah tentang perjalanan haji ini mengajarkan betapa hubungan antara seorang anak dan orang tuanya adalah hubungan yang tulus. Kisahnya sangat mendalam, membuat diri ini gemetar, ingat akan esensi hidup sebenarnya. Simak saja trailernya berikut ini:
Film ini dibuka dengan ayunan musik sangat indah (sebagaimana di trailer di atas). Terlihat scene tokoh utama, Rido, mengayuhkan sepedanya. Dia menuju tempat rongsokan untuk memperbaiki mobil yang akan dikendarainya ke Mekkah. Mobil tua peageut biru tersebut diperbaiki pintu kananya, dengan pintu serupa berwarna oranye. Ide ini berhasil menotifikasi tokoh utamanya selama jalannya film. Ide yang sangat sederhana dan sangat kreatif.
Rido, anak kedua di keluarga imigran maroko ini masih duduk di SMA Prancis. Saat ayahnya mengajak untuk menemani pergi haji lewat jalur darat, dia tidak bisa menolak. Walaupun sebenarnya dia tidak mau dan mesti ikut ujian di kelasnya bulan itu. Tapi dia tidak bisa menolak permintaan bapaknya yang tercinta. Dia tidak berani. Nilai tambah hubungan keluarga orang timur: Sebuah penghormatan pada orang tua.
Selama perjalanan, sifat asli dari keduanya terungkap. Pertengkaran khas antara bapak dan anak (sering terjadi di keluargaku) tersampaikan dengan sangat seru dan apik. Dengan itu anaknya belajar tentang islam dan mengapa ayahnya lebih memilih menggunakan mobil dari pada peswawat untuk haji. Salah satu jawab ayahnya (muhammad majed), “air laut ketika dia menguap ke langit, asinnya sudah hilang. maka dari itu, pergi haji lebih baik dengan jalan kaki dari pada naik kuda, lebih baik naik kuda dari pada naik mobil, namun lebih baik naik mobil dari pada naik kapal. Tapi naik kapal lebih baik dari pada naik pesawat.”
Perjalanan keduanya membuka mata bagaimana sebenarnya Eropa, manusia, budaya, iklim, dan pemandangannya. Rutenya menggambarkan perjalanan dari prancis, itali, slovenia, korasia, serbia, bulgaria, turkey, syria, dan jordan hingga akhirnya sampailah di saudi arabia. Jika dibandingkan dengan pemandangan disana, Ternyata Indonesia tidak kalah indah.
Namun Pemandangan terunik adalah saat di mecca, dua aktor ini menjalani rekaman saat adzan dikumandangkan. Le Grand Voyage-inilah film fiksi pertama yang diizinkan oleh pemerintah saudi untuk direkam di tanah haram mekkah. Para jama’ah haji saat itu dikatakan oleh direktor film ismail farukhi, tidak ada yang melihat kamera, bahkan mereka tidak melihat si kru film. “Mereka ada di dunia lain”ungkap Ismail. Hal ini terjadi juga di saat sang bapak mengikuti kalimat talbiya jama’ah lain. Omongan rido padanya tidak didengarnya sama sekali. Bapaknya sudah fokus untuk menyerahkan dirinya pada Allah, Pemilik Ka’bah, menuju masjidil haram untuh umrah haji tamattu’. Saat itu ridho bilang pada ayahnya, “saya nunggu di sini aja ya..”
Sebelum mengikuti talbiyah untuk umrah tersebut, sang ayah sempat bercerita, “Ketika saya kecil, Allah mengambil ruh Kakekmu di punuk kuda. Dia adalah lelaki yang berani. Setiap hari, saya mendaki bukit sehingga dapat melihat horizon. Saya ingin menjadi yang pertama melihatnya pulang.”
Cerita ini seakan berulang ketika Sore hari, Rido menunggu bapaknya di mobil. Hampir semua jama’ah sudah pulang, namun dia tidak melihat bapaknya. Dia menaiki mobilnya untuk melihat-mencari ayahnya .
Namun dia tidak melihatnya lagi karena ternyata orang tuanya meninggal saat umrah untuk haji tamattu’. Dia akhirnya menghampiri bapaknya di kamar mayat masjidil haram. Dia tersungkur sedih seakan menyesal mengapa tadi saya biarkan bapakku sendiri? Dia menangis tersungkur di sisi mayat bapaknya. Sangat menharukan
Bapaknya meninggal dengan telah banyak memberi pelajaran pada anaknya. Dia seakan tenang menjemput syahid setelah tanggung jawabnya untuk mendidik anak semampunya dan menunaikan haji telah dia penuhi.
***
Film ini mengajarkan banyak pelajaran bagi siapa saja yang menontonnya. Betapa benar, jika cinta orang tua pada anaknya adalah seluas laut dalam. berapa kalipun sang anak menyakitinya, ada saja tempat maaf bagi anaknya. Betapa tepat, jika cinta seorang anak sebenarnya adalah pada kedua orang tuanya. betapapun dia sudah memiliki istri atau keluarga sekalipun. dia akan menangis jika orang tuanya pergi dan tidak akan menolak apapun yang orang tuanya kehendaki. Sang anak selalu ingin memberikan pelayanan, jasa, dan hal terbaik pada orang tuanya. Betapa bahagia kedua orang tua kita jika sang anak dampingi sebentar, dia dekati, dia ajak diskusi. Bagi orang tua, mendengar suara anaknya sesaat didekatnya merupakan nilai yang tidak bisa dibeli.
Fim ini mengobati kerinduan siapa saja akan film dengan tema islami. Le Grand Voyage penuh dengan nasihat untuk berbakti pada orang tua (بر الوالدين). Suka-duka perjalanan paling tua dan sakral ini menyiratkan pesan puncak, “Berikanlah selalu pelayanan terbaik anda pada orang tua sebaik-baiknya di dunia dan akhirat.” (dari berbagai sumber)
Filed under: Film | 12 Comments
Tags: Film, Haji, Le Grand Voyage, Movie, Prancis
