Membangun Kepercayaan
Membangun kepercayaan adalah jalan yang pasti ditempuh bagi siapa saja yang ingin sukes di dunia, di akhirat, dan di keduanya. Pribadi yang paling pas untuk menjadi model ini adalah Nabi Muhammad SAW. Beliaulah Al-amin, sang terpercaya yang dinilai oleh dunia marketing sebagai Marketer paling hebat dalam sejarah ummat manusia.
Kesuksesan beliau menjadi Rasulullah SAW dirintisnya sejak masa muda, track-recordnya luar biasa dalam berbisnis dan bermasyarakat. Beliau berhasil membangun Saling percaya dan saling menghormati sehingga banyak orang hebat ingin bergabung, berkolaborasi, dan bermitra. Itu semua sebagai bukti bahwa EQ Rasulullah SAW sangat baik. Dan tentu saja EQ yang baik serta memberi berkah tersebut muncul dari pondasi SQ yang baik pula yang membentuk kepercayaan dan keyakinan diri beliau SAW. Bagaimana beliau selalu menciptakan-menjaga track record al-aminnya? (Soedjadis, Businees Review Mei 2008)
Pertama: membangun hubungan interpersonal yang berkesan di manapun dia berada. Beberapa sikap yang penting tentu raut muka yang selalu senyum dan memancarkan persahabatan. Ia selalu menunjukkan fokus perhatian walau dalam waktu sesaat, mampu mengingat nama maupun masa lalu dari subjek yang dijumpai. Mampu mengangkat suasan menjadi ceria, mendorong saling mendukung antar mereka sehingga tervipta suasan optimisme mesik dalam situasi serba kurang berkecukupan.
Kedua: ia harus mampu menjelaskan setiap adanya perbedaan cara pandang, dan menghargai perbedaan tersebut untuk secara pelan tapi pasti mampu membawa mereka melihat dari sisi lain dan dengan persepsi beragam. Dengan perkataan lain mampu mengiringi tanpa terasa dan meyakitkan ke sasaran positif yang diinginkan.
Ketiga : ia harus berkemampian menciptakan kepastian, tidak hanya berupa angan-angan normatif. Ia musti memperlihatkan sikap menghargai waktu, tidak mudah obral janji, memperlihatkan kemampuan berkorban, tidak mengendepankan kepentingan diri sendiri, keluarga mapupun kelompok dekatnya. Bersama dia, orang merasa terjamin kepastian masa depannya, meningkat sense of certainty-nya.
Tentu Resep-resep yang telah dirumuskan diatas berlaku untuk individu atau institusi mana pun. Saya ccba ambil kasus IBM, salah satu Institusi Bisnis Modern yang paling sukses. IBM telah menyadari hal tersebut (membangun kepercayaan) sejak dia berdiri pada tahun 1960. Thomas Watson, Pendiri IBM menyatakan Filosofi IBM :
- Menghormati Individu, dalam hal ini berarti semua orang yang termasuk dalam IBM seharusnya mampu menghormati individu, sehingga mecitrakan IBM sebagai makhluk yang dapat membangun hubungan interpersonal yang baik.
- Memberikan layanan pelanggan yang terbaik dari perusahaan apapun di dunia ini. IBM telah membuktikan bahwa dia mampu menangkap perspektif pelanggan dengan sangat baik sehingga dia bisa menjadi leader dalam bidangnya.
- Mengejar segala tugas dengan gagasan bahwa semuanya dapat diselesaikan dengan cara-cara yang superior. Usaha untuk menggunakan cara-cara yang selalu superior membuktikan IBM selalu berusaha demi pelanggannya untuk sukses dan memenuhi segala waktu dan janjinya pada pelanggan.
Wajar saja, jika banyak Manusia, Negara dan Institusi mempercayai IBM sebagai mitra dan produsen produk-produk IT. IBM secara institusi telah menerapkan hal yang esensi dalam bidang marketing dari Al-amin, yaitu membangun kepercayaan. Wallahu’alam
Filed under: Manajemen | 1 Comment
Tags: Al-amin, Bisnis, Etika, Kepercayaan, Manajemen diri
Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://marketing.infogue.com/
http://marketing.infogue.com/membangun_kepercayaan