1,2,4 Soto Gading Solo
Liburan Maulid Nabi 20 Maret 2008, Saya pergi ke Solo dengan kereta Ekonomi. Pengalaman luar biasa nuikmat perjalanan bersama syaikh ibnu dan bertemu dengan eka, dedez ini ditambah lebih nikmat lagi dengan merasakan kelezatan kuliner Kutha Budaya. Saya merakasakan Soto Gading bersama keluarga!
Soto adalah makanan menyegarkan dengan kuah bening keemasan. Gading adalah tanduk gajah yang terdapat diantaranya belalai gajah yang panjang itu – eiittt – tapi khusus di Solo gading menjadi nama sebuah tempat dekat keraton solo yang menyimpan salah satu pusaka emas kuliner nusantara: Soto Ayam!!!
Saya tidak bisa bohong, saya menghabiskan tiga mangkok soto ayam dan satu mangkok soto gelatin. Makanannya menyegarkan luar biasa. Kaldu ayamnya asli, sehingga tidak membuat perut awak neg. Khasnya, Warung ini sudah ada sebelum saya lahir (begitu kata Bu Hajjah Siswomartono* pemilik warung legendaris ini).
Warung soto gading menggunakan konsep dapur di depan yang sekarang menjadi tren rumah makan saat ini, seperti J.CO yang sekarang sudah menjadi warung makan donat nasional yang berhasil mengalahkan kejayaan dunkin donat, pelaku bisnis donat global dari amerika. Katanya dunkin donat adalah nomor satu di Amerika. Saya katakan ternyata J.Co lebih enak, sehingga membuktikan kalao yang nomor satu di amerika tidak mesti nomor satu di Indonesia. Sudahlah gak usah bahas donut. Substansi donut saja sudah kalah jauh dari warung dan soto gading ini.
Khasnya lagi, Warung ini masih pake areng! Sangat spesial karena yang dimasaknya adalah soto, bukan sate! Sungguh hebat, sudah menerapkan prinsip energi berkelanjutan sejak lama. Walaupun pake areng, warung ini tetap bersih dan sangat bersih membuat tambah lapar saja.
Beruntung saya sudah melakukan keliling ke seluruh warung soto gading yang ada di Solo, warung 2 berada di kliwon, warung 1 dan 4 ada di Gading. Semuanya satu koordinasi dan semuanya nikmat. Tips: datanglah sebelum dzuhur, Karena sedikit sore saja, warung ini sudah tutup karena stok sehari sudah habis untuk melayani masyarakat memakan makanan nikmat dan bergizi. Berikut adalah foto-foto di salah satu surga kuliner di dunia ini.
*Bu Hajjah Siswomartono sudah sangat tua, namun tetap menjadi garda terdepan dalam pelayanan tamu-tamunya. Saya sangat terharu, karena dia beralasan cinta akan pekerjaan ini. “Saya sudah biasa gini, nanti kalo berhenti jadi pikun. Saya g mau nak!” katanya. Melihat ketulusannya, saya menghormatinya dan memohon doa agar dapat sukses dunia akherat. Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi ibu dan orang-orang yang ibu cintai di dunia dan akherat. amiiin
Filed under: kuliner | 1 Comment
Tags: fotografi, Jalan-jalan, makanan, solo, surakarta
Tahun 2009 ini, saya rindu makan soto gading solo. semoga sempet ke sana lagi