Sistem pengelolaan Linkungan telah distandarisasi oleh badan sertifikasi standar internasional (International Standard Organization, ISO) dengan tujuan agar lingkungan tidak rusak karena aktivitas organisasi. Sistem Manajemen Lingkungan atau Environmental Management System (EMS) ini terstandar dalam ISO 14001. Sistem manajemen tersebut sangat fleksibel, bisa disesuai dengan aktivitas dan skala organisasi apapun yang berususan dengan lingkungan. Indikator keberhasilan manajemen juga ditentukan oleh organisasi tersebut. Detail Komponen ISO 14001 ada pada gambar berikut.

Untuk manajemen lingkungan kota, maka Indikator untuk menilai kualitas lingkungannya didefiniskan sejak lama oleh nenek moyang negri Shin dalam ilmu fengshui. Indikatornya ada empat, yaitu udara, tanah, air, dan matahari. Walaupun sudah sangat kuno, keempatnya sangat relevan untuk digunakan sebagai nilai dasar kondisi lingkungan kota di zaman ini.
Dalam penafsiran modern, elemen-elemen tersebut dapat diartikan sesuai dengan keperluan manajemen kota. Udara mencerminkan kondisi udara suatu tempat, tanah mencerminkan kesuburan tanah, air menunjukan pada ketersediaan air bersih, dan Matahari menunjukan ketersediaan energi.
Jika kita melihat kondisi lingkungan kota di Indonesia dengan keempat elemen fengshui tersebut, maka kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, semunya bermasalah dan perlu perbaikan. Karena Rusaknya kondisi lingkungan kota berakibat penurunan seluruh kualitas dan kenyamanan hidup para penduduknya.
Misalnya saja Jakarta, Kondisi udara yang buruk, banjir, kurangnya lahan terbuka hijau, dan “Krisis Energi”. Kesemuanya merupakan bukti ketidakmampuan pengelola lingkungan kota di sana. Sedihnya lagi Jakarta sekarang mengalami masalah sanitasi dan energi, yang merubakan kebutuhan dasar kehidupan. Dimanakah Jamban terpanjang di Dunia? Sungai Ciliwung jawabannya. Sungai ini dipakai untuk urusan sanitasi dari B-A-B banyak manusia dan industri. Kondisi tragis juga menimpa kota Bandung dengan permasalahan sampah dan bencana kekeringan, serta surabaya dengan kondisi udara terburuk di seluruh Indonesia.
Asal tahu saja kondisi ini adalah suatu penurunan. Karena Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Sungai Ciliwung sempat memiliki kondisi lingkungan yang lebih baik saat dikelola oleh Pemerintah Belanda.
Dengan Konsep ISO 14001 dan penggunaan indikator keberhasilan dari ilmu fengshui maka permasalahan lingkungan kota di Indonesia seharusnya sudah ada solusinya. Mengingat bencana di kota-kota tersebut sering kali karena kesalahan manusianya sendiri, kegagalan dalam Manajemen. Bencana sering muncul karena kelalaian pihak pengelola, atau memang disengaja oleh penduduk kota karena tidak peduli atau lemahnya pendidikan.
ISO 14001 menghendaki komitmen, perencanaan, pemantauan, pengkoreksian, dan evaluasi dengan tujuan kondisi lingkungan yang membaik secara berkelanjutan. Standar manajemen ini tidak menuntuk perbaikan lingkungan secara cepat berjalan layaknya pemadam kebakaran. Namun menghendaki perbaikan yang tersistem, kontinu, mengutamakan sifat preventif, dan menghasilkan kondisi lingkungan yang makin lama makin baik. Dengan demikian, penerapan ISO 14001 di kota-kota indonesia adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar, demi kualitas hidup para penduduknya.
Filed under: Manajemen | Leave a Comment
Tags: Fengshui, ISO 14001, Kota, Manajemen Lingkungan
No Responses Yet to “ISO 14001 untuk Pengelolaan Lingkungan Kota”