Catatan Kecil SE PWK 08
Menemukan Keindahan Terbaik
Studi Ekskursi (SE) PWK 2008, pengalaman yang sangat indah. Saya tidak ragu katakan SE Angkatan 2004 ini adalah yang perjalanan terbaikku yang kedua setelah perjalanan Haji Akbar di tahun 2006 – 2007. Mulai berangkat tengah hari sabtu (2/02), Keindahan negara ini seakan memanggil, “Kami masih mencintai anda wahai para keturunan adam di Indonesia!”. Panggilan ini cukup beralasan setelah sebagian kecil sikap alam yang seakan sudah tidak bersahabat di Nusantara.
Awal perjalanan kami melewati porong, lokasi terjadi luapan lumpur panas. Kondisi macet menambah buruknya kondisi udara porong yang berdebu dan langka akan pepohonan. Walaupun kondisi tidak ramah, ada saja pedagang asongan dengan gigihnya menawarkan berbagai makanan kecil ke mobil, bis, hingga truk. Kegigihannya muncul bisa jadi karena tuntutan hidup yang berubah karena membawa kekecewaan mendalam.
Usai meninggalkan porong, Alam kembali menyambut kami dengan gunung, sawah, dan pepohonan yang berkolaborasi menjadi harga yang lebih dari cukup membayar kesedihan visualku di porong. Hal ini membuka mata kami, bahwa kami perlu juga untuk mecintai alam. Porong hanya sebagian titik alam di Indonesia.
Sampailah perjalanan hingga larut malam. Kami tidak menyangka bahwa terjadi pemadaman listrik masal sepanjang jalan di Banyuwangi. Tidak habis pikir, karena kami baru saja melewati Paiton, yang membangkitkan jawa, bali, dan termasuk kampus kami. Lalu mengapa yang lebih dekat padam, sedangkan bali, surabaya, atau yang lebih jauh terang gemerlap? Indonesia, indonesia kami tetap mencintaimu.
Akhirnya kami memasuki pelabuhan, melewati selat bali. Sebagian kami memang jarang menggunakan feri, karena itu kami tidak henti-hentingya berkeliling kapal sambil menikmati sudut-sudut pemandangan laut di kapal feri walaupun hari sudah gelap. Sebagian kami juga ada yang bernyanyi bersama mengingat lagu-lagu kenangan di SMP dan SMA.

Malem tersebut kami langsung menyisir bali hingga akhirnya menjemput salah satu teman kami tercinta, Mita. Gadis bali ini telah menunggu kami di jalan besar hingga tengah malam. Luar biasa. Walaupun Kami sudah terlambat, dia datang dengan senyum dan 48 kotak makanan kecil dengan logo halal. Terima kasih Mit!
Sambil menikmati snaknya Mita, pemandangan khas bali malam hari terus mengiringi kami menuju pelabuhan padang bae. Sampai di pelabuhan kami mesti menunggu sekitar 45 menit hingga waktu menunjukkan jam 04.00 WITA. Waktu yang sedikit itu, saya coba membuka laptop sambil berharap bisa online di sana (biasanyakan pelabuan tersedia hot spot gratis). Ternyata memang ada wireless, namun tidak bisa online. Sayang sekali. Tapi tidak masalah. Saya masih bisa melihat komputer dan menikmati lagu kesukaanku.
Mendekati pukul empat pagi, bis dapat masuk ke kapal. Perjalanan hingga pelabuhan gilimanuk akan menghabiskan empat jam. Ya kami memang menikmati kondisi feri. Kami tidak langsung tidur, namun menunggu subuh dan matahari terbit. Namun sayang, hari yang sedikit mendung membuat Pemandangan sunrise tidak sempurna. Namun laut, gunung, awan, serta langit yang berwarna perak – biru membuat kami tidak henti-hentinya memotret karena bagi kami hal itu sangat indah.

Sekitar jam 9.30 kami baru bisa turun dari kapal. Kapal terlambat satu setengah jam. Saat kami masuk ke dalam bis, para pedagang kapal ternyata ikut masuk dengan memaksa. Zakaria, teman kami, seksi kemanan SE ini menyuruh orang itu keluar, “ Hei Mas, Mas keluarlah. Temen-temen g ada yang mau beli!” Pedangan pun menyahut, “Hei! emang kami pencuri, di sini juga ada aturan!”. Zak dengan tenang memohon maaf, karena dia sudah tahu pengalaman bergaul bersama penduduk indonesia timur yang memang cukup keras dan harus dikerasi biar tidak kelewatan.
Perjalanan kami langsung menuju LPMP, tempat kami menginap selama dua malam di kota Mataram. Usai Sholat dzuhur dan ashar (jama’ taqdim qoshor) dan istirahat. Jam satu siang kami ke pantai Senggigi. Berwisata pantai, main bola, berenang, dan main kano. Semua itu membuat empat jam dilokasi tidak terasa.

Malam harinya, kami mampir ke rumah ketua panitia SE PWK 2008. Surya Hadi Kusuma, terima kasih telah menyediakan tempat makan malam. Plecingan, saya bilang pecele mataram, banyak memanjakan mulut Angkatan 2004. Dibilangin seperti itu, tentu saja saya jadi ngiler. Malam itu saya nggak kebagian sih. Namun saya mendapat satu hal unik malam itu. Yaitu saat orang mataram memakan rambutan: mereka makan bersama dengan bijinya
.
Usai makan malam, kami kembali LPMP. Sesampai di penginapan, ternyata tubuh kami tidak terlalu capek. Kami sempat berdiskusi panjang dan seru untuk menentukan (mengumumkan) acara esoknya. Kami pun tertidur lelap hingga subuh.
***
Senin (4/02) Pagi, kami berkunjung ke BAPEDA NTB. Beruntung bagi kami langsung disambut langsung oleh ketua Bapedanya. Kami mendapat Presentasi RTRW, peta bencana, potensi-maslah, dan sosial ekonomi NTB. Keindahan alam disini dikatakan olehnya sebagai yang terbaik di dunia. Mutiara-mutiara terbaik dunia pun diambil dari NTB dan digemari para gadis orang jepang. Sedemikian indahnya, hingga Perusahaan EMAAR dari timur tengah ingin berinvestasi di NTB ini. Dan sedemikian indahnya juga, membuat Komting kami, Wilda ingin berkeluarga di sana. Bisa dikatakan, wilda sudah menemukan keindahan terbaiknya di dunia ini
.
Penghormatan Untuk Raja Bali
Senin (4/02) sore usai membeli madu putih dan kerajinan mutiara, kami melanjutkan perjalanan ke Hotel Batu Kapur di Denpasar. Perjalanan melewati pelabuhan gilimanuk menuju padang bae. Dalam kapal, kami bersantap malam bersama dengan menu khas Mataram di Lantai dua. Akhirnya saya dapat merasakan Plecingan
. Pemandangan yang begitu apik membuat menambah pengalaman tersendiri pesta plecingan dalam kapal feri.
Hari semakin gelap, angin pun semakin tidak bersahabat. Banyak manusia PL 2004 tepar, turun ke dek satu untuk mendapat tempat yang lebih hangat dan sedikit angin. Perjalanan bertambah berat karena pemandangan berubah menjadi kapal dengan penuh orang mabuk laut. Saya pun lebih baik memejamkan mata dan berharap dapat segera tidur. Ombak semakin besar hingga puncaknya dua jam sebelum sampai di Bali, bis-truk-mobil di kapal saling bertubrukan akibat goyangnya kapal akibat gelombang. Sesampai di Hotel, kami pun tidak langsung beristirahat walaupun perjalanan laut yang demikian berat. Sebagian kami sholat jama’ takhir qoshor maghrib isya, dan pesta mi ditandai dengan sabuk police line di depan kamar dwianto, panji, sindo’, ivan, dan rio.
Esok paginya, sekitar jam tujuh pagi, kami menuju kota Semarapura, kabupaten klungkung. Penuh dengan kebingunan karena tidak dari seorangpun di angkatan 2004 yang tahu posisi kota Semarapura. Untunglah petunjuk jalan yang jelas membantu kami. Keluarlah kami dari By Pass Ida Bagus Mantra, ke arah utara. Waw, kabupaten warisan raja-raja bali ini menyambut kami dengan arsitektur kota yang sunggu menawan. Sungguh kabupaten yang sangat mbaleni.
Kami tidak begitu sulit menemukan kantor bupati klungkung. Penduduk sana menyambut kami dengan senyum ketika kami bertanya. Sungguh menenangkan hati. Dari sini, saya rekomendasikan bahwa anda tidak harus menggunakan Guide kalo ke Bali.
Masuklah kami kedalam kantor bupati dan langsung dan diarahkan oleh Pak Putu Sadia ke aula Praja Mandala untuk melakukan diskusi. Sangat bagus kantor bupati ini karena menggabungkan bangunan peninggalan belanda dan arsitektur bali modern. Diskusi mengarahkan kami bahwa klungkung memiliki keunikan tersendiri. Dengan luas kabupaten terkecil setelah kota denpasar di Bali, klungkung memiliki terumbu karang di Nusa Penida yang lebih indah dari Bunaken, Potensi agri bisnis, dan pusat suvenir dan barang-barang peribadatan di pulau dewata.
Usai diskusi, kami bersama Pak Sadia berkunjung ke museum klungkung yang merupakan bangunan warisan dari penjajah belanda. Cukup mengherankan, karena bangunan tersebut dibangun tepat di depan pintu masuk kerajaan bali yang sangat sakral. Di dalam museum sisa-sisa pusaka raja bali hingga kesenian bali kontemporer dipamerkan.
Diluar gedung museum, terdapat taman kerajaan bali, dengan bekas bangunan persidangan raja-raja bali. Dalam dua bangunan tersebut, tergambar di atapnya lukisan wayang kamasan yang menggambarkan karma bagi manusia sesuai yang dilakukannya semasa hidup di dunia. Sangat etnik dan artistik khas bali. Di dalam bangunan persidangan tersebut terdapat dua sisi barisan kursi. Satu barisan terdiri dari tiga kursi. Satu baris dengan hiasan kepala barong di daun kursi menandakan posisi raja yang disidang, dan sisi lainnya dengan kursi hiasan kepala sapi bagi para pendeta hindu saat itu yang sedang menegakkan keadilan.

Selanjutnya Pak Sadia mengantarkan Kami ke desa kamasan, utamanya untuk menyaksikan proses produksi uang bolong dan wayang kamasan yang menjadi salah satu souvenir paling khas yang dimiliki Bali. Desa kamasan ini kedepannya akan dijadikan desa wisata budaya khas bali. Penduduk desa ini seakan tidak menyerah menjaga khasanah budaya bali untuk melukis dan merajin melawan budaya asing layaknya monumen perang puputan di depan taman persidangan raja bali yang selalu memberikan penghormatan atas kegigihan perjuangan raja bali melawan penjajah Belanda.


Usai kami berkunjung ke desa kamasan, setelah mita berdiskusi alot dengan supir, pergilah kami ke Erlangga buat belanja murah lalu pantai Kuta untuk menyaksikan matahari terbenam. Sangat beruntung, sore itu langit tidak begitu mendung. Pemandangan khas matahari terbenam bisa diambil dengan baik.

Setelah puas melihat pemandangan matahari terbenam, kami kembali ke tempat parkiran bis untuk persiapan sholat maghrib isya di masjid terdekat di kuta, yaitu samping restroan banyuwangi. Usai sholat berjama’ah, diskusi alot terjadi membahas mengapa supir kita kok kelelahan. Keputusan untuk langsung ke hotel diambil agar kita semua bisa istirahat langsung dan kembali fit untuk acara besoknya. Kesepakatan untuk berangkat usai sholat shubuh dengan kemeja dan jas almamater langsung diambil, agar bisa datang di kantor bupati jembrana dengan tepat waktu. Malam itu sebelum tidur, saya sempat jalan-jalan bersama mas sakti mencari Kartu Perdana Star One.
Negara Impian Indonesia
Tepat jam 05.00, adzan shubuh dikumandangkan dari masjid depan pasar sebelah barat hotel batu kapur. Kami pun melaksanakan sholat shubuh dengan kondisi sudah mandi dengan barang-barang sudah terpak dalam bis. Sekitar jam enam kurang kami berangkat menuju Restoran padang Papin untuk sarapan.
Setelah dua setengah jam, sampailah kita di Negara, ibu kota kabupaten Jembrana. Langsung kami parkir di Papin, yang tidak jauh dari gerbang selamat datang di kota Negara. Ahh, luar biasa lezat setelah emapt hari berturut-turut makan nasi kotakan, akhirnya bisa makan nasi rendang prasmanan dilengkapi dengan teh hangat. Hmm sedapp!
Pagi itu, Bu Citra, perwakilan protokol dari Pemda Jembrana sudah menelpon keempat kalinya dan satu kali SMS pada ku. Bu Citra dengan memohon kita untuk tepat waktu. Tapi sayang, kondisi menuntut kita tidak bisa. Mohon maaf Bu.
Namun akhirnya sekitar jam setengah sembilan kami bisa ke aula jimbarwana di kantor bupati Jembrana. Yap tepat, kita sudah ditunggu dengan jajaran peserta diskusi dari pihak pemda di aula tersebut. Kami pun langsung disuguhkan snak kotak berlogokan halal dengan minuman kemasan dari hasil desilinasi di pantai jembrana.

Sungguh menarik kabupaten Jembrana ini. Pelayanan publik dari segi kesehatan dan pendidikan sangat optimal, berkualitas, namun gratis. Inovasi sistem informasi pemerintahan berbasis open source sudah sangat maju, yang membuat saya berpikir, Jembranalah yang terdepan dalam pemanfaatan IT dalam pemerintahan elektrik (e-goverment) di Indonesia. Pendidikan di jembrana menggabungkan nilai-nilai positif yang dimiliki oleh SMA Taruna Nusantara, Pesantren, dan Sekolah-sekolah di Jepang. Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ) berkeinginan membuat rumah sakit di Jembrana ini kosong. Karena dengan pasien yang tidak ada berarti rakyat jembrana sudah sehat. Kami pun dikenalkan dengan Manajemen DOA (Dana, Orang, dan Alat).
Presentasi sungguh menarik, membuat kami yakin bahwa Inilah Negara impian Indonesia. Ya, Kota Negara menunjukkan bagaimana seharusnya memanajemen pemerintahan yang baik. Yaitu pemerintahan yang selalu bertujuan memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakatnya. Panji, teman kami memuji kabupaten jembrana sebagai kabupaten yang kreatif, kere namun aktif. Ya memang ada benarnya. Namun bagi pak Suyase bukan itu yang membuat kami kreatif, namun komitmen yang kuat dari pemimpin nya, yaitu Bapak Bupati I Gede Winasa dalam bervisi dan melaksanakan visi tersebut. Moto beliau adalah, “Kalau Mau Pasti Bisa”!. Bahkan oleh Pak Winasa ini dikenal sebagai tangan besi dalam memerintah, menjalankan pemda Jembrana.

Kami pun diantar oleh Pak Wasma untuk melihat bukti kehebatan jembrana. Mulai dari dinas Inyahud yang membuktikan kehebatan teknologi informasi kabupaten jembrana, yang mungkin saja membuat pemerintahannya minim dalam pemanfaatan kendaraan dan kertas. Lalu kami berkunjung ke komplek sekolah percontohan yang menyediakan pendidikan dari TK hingga SMA/SMK. Sungguh luar biasa, kualitas sekolah dengan sedemikian baik, orang bisa masuk dengan gratis. Saya jadi ingin tinggal dan berbisnis di Jembrana.
Kami sempat pula datan ke pasar souvenir jembrana untuk membeli kopi racikan Pak Bupati, yaitu Kopi Lanang Pak De. Sedianya kami juga akan pergi ke pabrik pengolahan sampah yang kekurangan bahan baku untuk memproduksi pupuk. Pak Suyase menantang kami untuk mendatangkannya dari Surabaya. Pupuk hasil dari olahan sampah ini digunakan untuk memproktesi petani setempat. Namun kami sudah terlanjur kelaparan sehingga membatalkan kunjungan ke pabrik pengolah sampah tersebut. Kami pamit dulu pak Wasma, BU Citra. Terima kasih.
Kami pun langsung menyantap makan siang yang di siapkan oleh mita, uke, dan surya. Ketiga teman kami ini rela tidak melakukan kunjungan lapangan demi hidangan siang kami. Terima kasih. Menu cukup menyegarkan, ayam penyet! Perjalanan dilanjutkan ke Sanur, Hotel Winotosastro, hotelnya Bu Rimadewi Supriharjo.
Sekitar jam setengah empat kami sampai di hotel. Kamipun melaksankan sholat dan bersih-bersih. Acara SE yang bersama pada intinya selesai di sini. Tapi bagi fahmi, Bali belum selesai dieksplorasi.
Malam Terakhir SE
Usai sholat saya segara bersih-bersih mengeksplor kondisi bali sekitar hotel. Tidak jauh-jauh pergi ke arah timur dengan timing hingga maghrib. Akhirnya cuma sampai di ATM Bank Danamon. Saat itu saya menelpon ibu tentang kepastian acara di Solo. Saya bersyukur akhirnya acara di solo telah dipastikan.
Saya kembali ke hotel untuk bersiap eksplorasi bali di malam hari. Saya membeli dua buah batre alkalin untuk mengabadikan pemandangan malam kota denpasar. Dari hotel, saya berjalan kaki kearah Masjid Polda. Pemandangan, bangunan, patung, dan manusia khas bali saya dapatkan. Manusia bali, ketika saya datangi senyum dan menjawab pertanyaan dengan senyum. Sungguh menenangkan hati. Dia menunjukkan arah ke JL. WR Supratman, di mana Masjid Polda berada.

Saya pun melewati jalan Hayam Wuruk dan Palawa. Sepanjang perjalanan terserak sampah sesajaen di hampir setiap 20 meter jalanan. Sangat disayangkan kota denpasar ini, dengan sedemikian potensi keindahan dirusak dengan manajemen sampah yang belum baik. Sampah tidak pernah lepas dari pemulung. Berbeda dengan di Surabaya yang menggunakan becak, pemulung setempat menggunakan sepeda dengan dua kantong di sisinya.

Sampailah saya di travel agent Santa Bali. Huh akhirnya saya temukan travel agen yang masih buka. Tiket pesawat Denpasar-Jogja dengan harga Rp 304.000 saya beli demi memenuhi undangan Ibuku tercinta. Sesampai di Masjid Polda saya terlambat jama’ah sholat isya. Akhirnya pun saya sholat maghrib isya sendirian. Karena kelelahan saya pun tertidur dengan posisi duduk di salah satu masjid di denpasar ini.

Bangun dari tidur, saya langsung menyisir balik ke arah hotel. Berjalan-jalan malam sendirian ditemani dengan anjing-anjing khas bali, berjalan tetap tenang walaupun digongong. Sungguh pengalaman tersendiri. Sampai di restoran padang, saya makan rendang dan minum kopi bali.
Sesampai di hotel, saya tidak punya waktu banyak untuk persiapan. Saya tidak menggunakan waktu tersisa untuk sekedar tidur. Saya melakukan persiapan di hotel untuk berangkat jam enam pagi hari ke bandara Ngurah Rai. Sambil menunggu shubuh, saya mencoba menghafal al-insan dan al-mursalat. Alhamdulillah adzan shubuh akhirnya terdengar. Saya pun sholat shubuh berjama’ah bersama pak Arwi dan Mas Sakti diatas tenunan Lombok yang saya beli di pelabuhan gilimanuk.
***
Usai sholat, Saya segara sarapan roti bakar dan kopi bersama Pak Arwi. Ternyata Pak Arwi mau ikut bareng ke pasar tradisional di denpasar. Baguslah. Sekitar jam enam, taxi telah datang. Saya pun pamitan dengan teman-teman, mohon maaf kalau akting saya selama SE ini kelewatan.
Tapi yang jelas saya sangat menikmati pengalaman baru saya di bali dan lombok ini. Terima kasih angkatan ku PWK ITS 2004. kita telah berhasil mengadakan acara SE bersama. Semoga jaringan yang solid ini terus terjalin hingga kita tua nanti. Saya menantikan kita bisa tur bareng lagi. Semoga sukses dunia akherat.
***
Saya Ucapkan,
-
Syukur Alhamdulillah pada Allah yang telah menjaga kami selama perjalanan ini,
-
Terima kasih:
-
Pada ibu bapak kami yang sedia membayar kami untuk ikut SE,
-
kepada Semua dosen PWK, utamanya Pak Arwi dan Mas sakti yang hendak mendampingi kami,
-
kepada semua angkatan 2004 yang sangat berkontribusi positif untuk SE ini,
-
Kepada Bapeda NTB, Pemda Klungkung, Pemda Jembrana, Pak Putu Sadia, Bu Citra, Pak Wasma yang hendak menerima kunjungan kami
-
dan Kepada Pak Rasyid dan Mas Itos yang hendak mengendarai bis sehingga perjalanan bisa berjalan lancar
-
Kepada pihak-pihak yang belum kami sebutkan, semoga kita semua menjadi manusia yang sukses dunia akherat
-
Wassalaam
Fahmi Machda
Tahapan Perjalanan:
2 februrai 08
Surabaya
Mataram
3 februari 08
Mataram – LPMP – Sengigi – Rumah Surya Hadi Kusuma
4 februari 08
Bapeda NTB – Madu Putih – Sentra Kerajinan Mutiara
- Padang Bae – Denpasar (batu Kapur)
Klungkung
5 februari 08
Denpasar – Kantor Bupati Klungkung (Semara Pura) –
Taman Persidangan Raja Bali dan Museum Klungkung –
Pusat Kerajinan Uang Bolong & Wayang Kamasan (Desa Kamasan) –
Erlangga- Kuta – Batu Kapur
Jembrana
6 februari 08
Batu Kapur – Papin – Kantor Bupati Jembrana (Negara) –
Pusat oleh-oleh Jembrana
– Komplek Sekolah Unggulan TK/SD/SMP/SMK/SMA
- Sanur
Denpasar
7 februari 08
Sanur – Surabaya
8 Februari 08
Surabaya
Filed under: Jalan-jalan | 19 Comments
Tags: Bali, Jembrana, Klungkung, Kredit, Malam Terakhir, Mataram, NTB, SE
wookkkaaayyy….
Perjalanan yang menyenangkan, penuh tantangan, penuh trik, dan mengesankan.
memang perjalanan yang diyakini kurang eksplorasi mendetil, karena batasan waktu dan luasnya wilayah, bagaikan melempar koin kedalam laut..
laut bergelombang, angin bertiup menderu debu tak menyusutkan langkah dalamm harapan.. harapan akan pengalaman yang tak terlupakan dan belum bisa didapatkan dalam sekejap.. butuh proses yang panjang dan konflik.. menyatukan 1001 keinginan dalam dekapan…
tak sekedar asa kan bisa mewujudkan keinginan…
“Engkau jauh ku takkan menjauh, engkau dekat ku akan mendekat, sebenarnya diriku ini masih merindukanmu…” (balilombok-red)
okelah mi, to the point aja, gak usah puitis lagi, intinya kemaren itu perjalanan yang menyenangkan dan sungguh tidak terasa… COOL….
Sip lah.. gak terbayangkan sebelumnya…. OK fren…
nb: Foto aku gak jelas mi.. sunsetnya nutupin keindahan parasku..
salut2 mi… atas perjuanganmu nulis nie smua…..
hehehehe……. (soalnya aQ g mungkin bisa nulis ky gitu….)
ok2… aQ agak sedikit t’haru baca tuliasnmu nie…. apalagi yg bilang nie pengalaman t’indah setelah haji….. (wuzzzzz…. jd pngen naik haji….. huhuhuuuuuuu)…. doain ya mi…….
ya p’tama2… aq juga mau bilang makasyi buat kamu n smuanya baik itu panitia n smua anak yg buat SE qta kmaren bs t’laksana n yg plg PENTING qta smuwa selamat sampe’ sby lg……. alhamdulillah….
n g lupa jg aQ mu minta maaf bwt sgala kesalahan yg pnah ta’ perbuat baik itu yg aQ tau at g tau… yg disengaja at g… ato dlm bentuk apapun deh…..
apapun SE qta kmr…. bagaimanapun bentuknya, swasananya, n smuanya…. itu bakalan jd pengalaman yg g p’nah ta’ lupain…..
makasyi smuanya…
makasyi bagetttttt……..
salam yukiMutz
nulisss lagiiiii……
hihihihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii………………..
masi kurang nulis2nya tadi….
o iya ayo temen2 qta ngadain evaluasi bareng…..
ya itung2 bwt kumpul brg gt… huhuhuhuuuuuuu…….
iya aQ bnrnya masi pngem minta2 maaph lagiiii….
1. yuki minta maaph g bisa bantuin sepenuh hati, seluruh jiwa n raga bwt SE kmr… n cm bisa bantu sekedarnya ajah……
2. yuki slaku koordinasi transportasi (di proposalnya) mu minta maaph sedalam2nya atas kekurangan transportasi yg sekiranya g bikin tmn2 skalian kurang b’kenan di hati…. (cuihcuihcuih…… srius ni…..)
3. maaph lg kl kmr wkt hotel yg di bu rima jg ank2 ada yg kurang nyaman…. (slnya aQ jg ikut2 ngurus itu)…. maaphin ya……. coz terus terang yuki jg g tau medan wkt tu…… benerann…..
4. dimohon kita smuwa bwt saling memaafkan… hehehehe….. aQ ngerti kmr tu qta bnr2 capek smuwa… jd kl da yg agak tinggi ngomongny at agak aneh gaya bicaranya pasti tu smuwa gr2 KECAPEKAN… kecuali yg mang dr sononya ky gt ya yukig ngerti lg…. hahahahahaha… just kidding…..
last…
ceeeyuuu prend…
pngen pergi brg lagiiiiii….
ato qta ngadain reunian sambil pergi2 ky SE……?????
gmn????
pendapat dpt ditulis lgsung di emailny yuki
catet lho ya…
1. youQi_imutz@yahoo.com(buat FS ‘n YM)
2. yuki_dr_pl03@yahoo.com (bwt ngemail dosen)
hehehehehhe…. duduuuuu bubyeeeeee……
oke2 mi…bisa cerita segitu banyak

blognya masih hangat ya…perlu ditambahin lagi.
wah2….wah…….ternyata perjalanan itu bener2 buat kamu terkesan ya mi………..:)
sampe2…..ceritanya panjaaaaaaaang……………………………….banget….:P
semoga semuanya juga beranggapan seperti itu….(i hope)
O iya setuju ama pendapat dimas n yuki miss u balilombok…..hiks2 masih belum puas rasanya jalan2 ama anak2…………………
NB: btw km bakat juga ya nulis novel ya…….:D
Cacatan bagus MI….
Pertama Trimakasih banyak buat P.Arwi n mas Sakti, slalu setia ikut menikmati susah senang kita, perdamaian n pertempuran kita, keangkuhan n kerendahan hati kita, apatis n simpati kita, egois n rasa kebersamaan kita… meskipun harus berpisah d awal n akhir SE.
Maafin juga maslh VENDELnya (sudah buat kekacauan d awal), kayaknya ini awal dari smua kekacauan jadwal yg sdh d buat panitia, sampe2 ibunya vira penasaran sama yg namanya OECOEP JEMBLOEng (Vir, ibumu masih penasaran g sama UCUp? bilangin klo ucup itu jelek, gendut, g tau adhus slama SE, pokoknya paling jelek sendirilah dari anak2 yg ikut SE. Hahahahahahha….. ). Saya n ucup sdh berusaha tepat waktu, sampe2 jam 6 sdh datang k tmpat pesan vendelnya, ternyata…………… (g kuat saya mau teruskan, hehehehhehehee) Sory yo Rekkk……
Om2 n Tante2…..
. benar g Rek??????
Smoga saja smua Orang Indonesia yg ikut SE kemarin sadar klo Indonesia itu tidak hanya d batasi oleh Selat Sunda-Selat Bali n laut jawa-Samudra indonesia, 7°30′10″LS,111°15′47″BT. Indonesia itu masih ada 17000 ++++ pulau lagi (g trmasuk sipadan n ligitan, sebagian kalimantan, sebagian papua n sebagian P.Timor)………….
Yuky, saya stuju usulmu, nnti klo anak2 mau, ke Flores n Kep.Komodo saja ya. Mumpung masuknya masih g pake visa n paspor( Rep.Flores blom ada soale Presidennya masih kulia, hahahahahahahaha….)
Nb:
Maapin kami ya orang Lombok, plecing dari mataram kayaknya cuma numpang lewat sebentar saja d perut, g sampe setengah yg sampe d Bali…. kebanyakan sudh d telan ikan n tergulung bersama ombak d selat lombok.
LUpa Rek, Haren trimakasih ya……… KLO g ada Ente, g tau lagi, Vendelnya bisa sampe d mataram ato g. Thanx y ren….
Pesan PAk Winarsa. ” Keinginan itu harus d perjuangkan, Kita bisa KLo kita mau, KLo g mau dipaksa Aja Rek sampe Dia teRpaksa Manerima, ntr juga terbiasa, lama2 ketagihan, trus……..???????? mati saja kau….
YO opo Pak Wilda? Gadis lomboknya mau d Pesan brapa? (bcanda Pak!!!)
Wah dims, wookkeyy juga. SE PWK emang yang paling enjoy. dengan DImas sebagai koordinator utama, ente udah berhasil! muzzdeem!. karena enjoy kita semua tidak tertunda, (ato kata lainya menurut amild, sukses, karena “kegagalan adalah enjoy yang tertundah”).
Yuki, salut juga. sante yuki, usaha untuk di penginapan, transportasi, dan lainnya dari Yuki sudah sepenuh hati ane terima, yuki g perlu minta maaf, justru ane yang perlu kalo udah nyusahin pikiran, perasaan dan tenaga. kita semua ucapin terima kasih sebesarnya, semoga yuki bisa segera menjadi hajjah mabruroh. Haji lebih enak selagi masih muda yuk. segera aja.
Yo mbah. ane harepin semua perasaan enjoy dari temen-temen selama SE, lebih enjoy dari yang ane rasakan, harus lebih lah, karena ane kabur duluan ke jogja (imlek bareng di sana bareng keluarga). Ane sangat menikmati SE PWK 2008. Terima kasih doanya, ini masih salah satu blog ane yang akan mengantarkan ane jadi penulis. semoga sukses dunia akherat
Zak, luar biasa komentarnya ane sampe ketawa-ketawa bacanya. g kuat banget. Sip sepuluh jempol. Oke zak plecingan pertama di rumah uya, ane g bisa makan (keabisan soalnya). tapi yang di feri, ane sumpah, plecingan yang ane makan g tumpah balik ke laut ato tong sampah. Semua aman di perut. Alhamdulillah, ane g mabok laut, walaupun pemandangan dengan radius 2 meter keruang tidak mendukung.
buat Haren. luar biasa pengorbanannya. tapi ane katakan pada ente. Salut! Keluarga adalah urusan yang penting dan tidak bisa di nomor dua kan. tapi usaha ente tetep membantu SE kita, sungguh tidak terbayarkan. Sangat membantu kelancaran. Terima KAsih, matur suwun, ٍشكرا جزيلا, Teşekkur Edrim, …. dari hati kami angkatan 2004 PWK ITS Surabaya.
assalamualaikum wr.wb
wuih perjalanannya emang bener2 buagus buanget……
mulai dari lampu mati di rumah makan grafika (jadi gak bisa liatin cewek2 jakarta yang juga lagi makan di situ) ampek liat sunrise di kapal feri (meski ketutupan mendung),,hehehe
saya disini ingin menambahkan permintaan maaf dari Zakaria soal Vandel,,sebernernya kita cuma jadi pesuruh,,coZ isinya nunggu konfirmasi dulu dari Uya’ (sory),,haahaha,,jadi telat kita mau pesan….
ya udah cukup sekian
wassalamualaikum wr.wb
NB :
buat teman2 yang kemaren KO waktu perjalanan Lombok-Bali,,yang ngeluarin Plecing buataannya ibunya Uya’,,Lain kali kalo perjalanan Laut diharap tidur,,contohLah say,,tidur mulai dari berngkat sampi tinggal 1 jam perjalanan laut,,hehehe,,dijamin kalian tidak akan merasakan mual…..
trus juga aku Lupa buat kamu mik,,kalo di erlangga Liatin cewek bukan gitu caranya,,ntar aku ajarin,,kalo mau hubungi saya ajah
wassalamualaikum lagi….
bismillah…
seperti mimpi yang jadi kenyataan rek!
SE kemarin adalah penawar kepenatanku saat ngerjain amanah di BEM
Subhanallah, semua seperti menampar kesadaran dan kemanjaan duniawiku
semua yang ku lewati seperti mengiris canduku
Ternyata Allah Maha Besar dan Yang terpenting Tantra bangga menjadi bagian dari Indonesia yang masih punya kekayaan yang sangat lusa dan mahadasyat….
“Tidak ada daun yang jatuh tanpa kehendakNya” seperti itulah perjalanan kita kawan…
kangen neh ma petualangan kita
terima kasih buat:
1. Allah SWT yang memberikan kita kesempatan untuk muhasabah terhadap diri dan lingkungan kita, dan memberikan kita keselamatan
2. Semua pihak di Prodi PWK, pak Arwi, Mas Sakti yang memberikan kita kekuatan untuk mewujudkan mimpi2 kita
3. Semua panitia SE …..the greatest team for greatest vacation….
4. kawan2 seperjuanganku….angkatan 2004…. semoga ALLAH memberikan kekuatan untuk mengantarkan kita pada kelulusan yang terdekat, dan kesusksesan abadi kiita kawan.,..
5. Pemerintah daerah Mataram,Klungkung dan Jembrana yang telah memberikan kita semua inspirasi untuk menjadi pemimpin masa depan
6. Minta doanya….semoga saya kedepan bisa memimpin kabupaten Pasuruan menjadi Kabupaten yang efisien dan efektif demi kesejahteraan masyarakat.
7. Minta doanya semoga saya segera menemukan jodoh saya…
yang terakhir, sebagai manusia biasa, tantra minta maaf buat semua pihak karena manusia bukan yang sempurna
BISMILLAH…
PERTAMA : AKU BANGGA JADI BANGIAN BESAR KELUARGA ITS. ITS ITU CAK ASLI CERDAS (MISAL PRESIDEN FLORES KIAT, ZACK NANTI KALO JADI NEGARA MERDEKA JGN SAMPAI MAU MENGADOPSI KAPITALIS YA! NANTI KALO JADI KAPITALIS EKWILKOT KUKASIH SURAT REVISI NILAI JADI “E” PLUS HEHEH, ORANG CERDAS PUNYA CITA-CITA TINGGI. pesanku yg paling penting buat zack : INGAT ORANG CERDAS ISTRINYA CANTIK HIHI INI ADA BUKTINYA HEHE ISTRINYA PAK RUDY CANTIK, PASTI BELIAU CERDAS DALAM MEMILIH ISTRI HEHE BTW ISTRIKU JG CANTIK LOH HEHE)
ADAPTIF ( MISAL UCUP, ORANG YANG PALING BISA MENIKMATI SEMUA KONDISI PASTI DIA BISA HIDUP SANGAT BAHAGIA SO JADILAH UCUP YANG BISA TERTARIK SAMA SIAPA SAJA HHEHE ASAL JGN AMA KUDA SUMBAWA AJE HEHE, ADAPTIF POOL MEAN TASAMUH, TASAMUH ITU SUNNAH, SUNNAH ITU DISENANGI, DISENANGI ITU HARUSNYA SUKA MANDI, BINGGUNG YAA.. YA UDAH CUP MANDI AJA, INI DEMI KEPENTINGAN UMUM HEHE)
KREATIF ( INI ADA BYK CONTOH, MULAI KURSI PALING BLAKANG SE KALIAN ITU KRAETIF BGT CARI HIBURAN SENDIRI??? JGN DISEBAR LUASKAN YA KALO PUNYA FOTO PEJALAN KAKI YG MENJUAL..HEHE, SEMUANYA KREATIF, YG JUGA ADD COMENT KREATIF, TANTRA, YUKI, FAHMI, UCUP, PRESIDEN FLORES DLL)
OIYA SATU LAGI PENTING MENJAGA MILIU ATO LINGKUNGAN, KOMPAKAN NGERJAIN TA, KALO ADA YANG GAK LULUS BANTUIN, KALO PERLU NIKAHIN GMN USTADZ WILDHA BOLEH KAN TA’ARUF SAMBIL NIKAHIN HEHE WAH INI KHUSUS ANAK KYAI KHOS BANG WILDHA! HEHE PESENKU :
PELAJARAN RIIL ITU DIMASYARAKAT, KULIAH ITU BAGIAN PEMBELAJARAN, JG YA IDEALISME SEMASA KULIAH SAMPAI KERJA.
TERAKHIR ADA SEBUAH PANTUN :
ENYAHLAH KAPITALIS VIVAT EKONOMI DISTRIBUSI,
SEKIAN DAN TERIMA KASI
EBESNYA ATHTHAR
SORY KALO ADA YANG KURANG BERKENAN..
TETEP ENYAHLAH KAPITALIS, VIVAT EKONOMI DISTRIBUSI
MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH
Pak Arwi, saya setuju… ORANG CERDAS HARUS PUNYA ISTRI CANTIK…….(mohon restunya, smoga kami bisa mengikuti jejak orang2)
……………..HARUS D ENYAH JUGA SENTRALISTIK…………………………….. kemakmuran untuk smua Orang Indonesia, bukan hanya untuk yang ngaku “orang indonesia”.
ke kute-nya kurang lama,,..
harusnya agenda utama adalah ke kute,,…
terutama ke tempat ajeb-ajeb,,…
assalamualaikum wr.wb
saya sangant setuju sama pak Arwi,,orang cerdas istrinya cantik….
tapi saya mau protes ama pak Arwi….saya disana ntu mandi 2 kali sehari pak…jadi jangan dibilang saya belom mandi….beda kalo di surabaya…mandinya jarang2….
saya disini mau berterima kasih kepada semua pihak2 yang telah membuat SE kita very-very enjoyable….alias uenak puol…hehehehe
buat seluruh pemerintah yang kita datangi,,Bappeda NTB dan Pemkab Klungkung,,karena sudah ngasih kita makan,,beda banget ama pemkab Jembrana,,gak dikasih makan,,,hehehehe
buat seluruh peserta dan panitia SE,,you are my best friend i ever had,,
setelah ini,,semoga kita bisa meraih apa yang telah kita inginkan,,LULUS….
dan mendapatkan jodohnya masing-masing,,buat yang udah dapet jodoh di pLano,,semoga pasangan kalian adalah pasangan terakhir kalian,,maksud saya adalah semoga langgeng ampe kakek nenek (walaupun uya udah jadi “kakek”),,dan bagi yang belum dapet jodoh (termasuk saya),,semoga kita mendapatkan jodoh,,bisa di dalam pLano atau di luarnya…..the last but not Least,,semoga kita semua hidup makmur…..
ada satu lagi,,nanti kalo kita semua udah pisah,,semoga kita bisa reunian,,ngumpul bareng2 lagi,,trus SE lagi….saya kangen bisa seneng2 lagi bareng kalian….
terima kasih dan mohon maaf atas semua yang telah saya lakukan,,baik dengan lisan,,tulisan,,perbuatan,,ataupun semua hal yang bisa dilakukan oleh saya,,walaupun itu hanya niat,,sekali lagi saya mohon maaf…
terima kasih sekali lagi…..
Waalaikumsalam wr.wb
cup2…kok mesakno kon cup
wes g usah sedih, tak doain istrimu AYU….he2
maaf….
kepada saudara tantra,,tolong diperjelas,,AYU itu apa maksudnya,,jika salah persepsi bisa gawat….toLong ya….
terima kasih…..
nb : kalo AYU itu artinya cantik itu wajib,,tapi kalo AYU itu mbak …..,,jgan dech kayaknya…..
wass..wr.wb
Assalamualaykum,,
Ahlan wa sahlan (hehe.. bener gk sih?)
Salut buat Fahmi atas tulisannya, buat PL 2004 yang udah sukses ngejalanin SE-nya.. Semoga banayk membawa manfaat tak sekedar buat kalian tapi kita semua. Amin.
Btw, kok aku jadi ngefans sama tulisan catatan kecil ini ya. Deskripsinya meneteskan air liur shhlllrp..
Apalagi SE-nya ke Bali-Lombok. Benernya waktu itu aku bertanya2,, kok ngga ngajak angkatan lain sih? kan maaauuuu… Bukan-bukan, bukan jalan2nya, lebih kepada keinginan untuk mencicipi bagian wilayah Nusantara.. Selama ini kalo Bali yang dikenal masyarakat awam kan Kuta, Tanah Lot, dsb. Tapi sebenarnya tempat2 yang seperti di catatan kecil ini yang pengen kutemui :’(
Di Celukan Bawang, Buleleng ada pantai yang hampir belum terjamah manusia, nah itu mirip bgt sama pantai terlarang di film The Beach, indahnya..
Satu hal lagi yang terpenting. Semoga perjalanan kalian membuat pertemanan semakin bermakna hingga pada titik saling menghargai sesama manusia. Karena belajar dari hal-hal semacam inilah, kita bersyukur apa yang sudah kita miliki sekarang (FYI, PL2003 hampir tiap liburan sems refreshing bersama,red)..Khususnya, pertemanan..
Peace Love and Respect buat semua!
Wassalamualaykum..
PS: buat Tantra kok jadi makin puitis ya
“Tidak ada daun yang jatuh tanpa kehendakNya”
Bagus itu, aku suka! =D
Kalau Mau Pasti Bisa!
http://winap.blogspot.com